BPJS Ketenagakerjaan Gandeng Apindo Petakan Kebutuhan Tenaga Kerja
Direktur Utama BPJS Ketenagakerjaan Agus Susanto menggandeng Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO) untuk memetakan kebutuhan tenaga kerja pada sektor industri di Indonesia. Hal ini agar BPJS Ketenagakerjaan mendapatkan data seputar demand tenaga kerja dari perusahaan Tanah Air.
Direktur Utama BPJS Ketenagakerjaan Agus Susanto menggandeng Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO) untuk memetakan kebutuhan tenaga kerja pada sektor industri di Indonesia. Hal ini agar BPJS Ketenagakerjaan mendapatkan data seputar demand tenaga kerja dari perusahaan Tanah Air.
"Hari ini kita tandatangani kerjasama dengan Pusat Studi APINDO untuk penelitian dan pengembangan sumber daya manusia, termasuk pemberian informasi kebutuhan tenaga kerja," tutur dia di Institut BPJS Ketenagakerjaan, Bogor, Rabu (13/3).
Di lain sisi, ia mengatakan, pihaknya telah memiliki data ketersediaan tenaga kerja dengan berbagai keahlian pada sektor industri nasional.
Adapun BPJS Ketenagakerjaan sendiri pada tahun ini akan mengeluarkan anggaran Rp 294 miliar untuk membuat program pelatihan vokasional (vocational training) yang bisa diikuti 20 ribu orang.
Agus menjelaskan, program pelatihan ini ditujukan bagi para peserta BPJS Ketenagakerjaan untuk berbagai kategori, seperti yang terkena Pemutusan Hubungan Kerja (PHK), habis kontrak, Tenaga Kerja Indonesia (TKI) yang hendak bekerja di kampung halamannya, hingga yang punya keterbatasan fisik atau disabilitas.
"Jadi memang yang kita utamakan adalah peserta kita dulu. Ini kan sudah ada peserta kita. Peserta kita ada yang keluar nih, karena PHK, sakit, dan sebagainya. Ini mereka akan kita latih," paparnya.
Pelatihan tersebut dikatakannya bakal diberikan dalam bentuk job shifting, yakni dengan mempelajari keahlian baru pada sektor industri lain sehingga kemampuan kerjanya bertambah.
"Misalnya, ada pekerja atau peserta kita yang mengalami PHK di bidang industri A. Sementara ada industri B yang bisa menyerap. Mereka harus dilatih kembali keahliannya. Kita berikan training ini, dan harapan kita bisa terserap," ujar Agus.
Reporter: Maulandy Rizky Bayu Kencana
Sumber: Liputan6.com
Baca juga:
BPJS-TK Bakal Gandeng Kartu Pra-Kerja Buka Program Pelatihan Vokasional
Kartu Pra-Kerja Jokowi Bakal Masuk RPJMN 2020-2024
Bos Bappenas Ingin BUMN Terus Buka Lapangan Kerja Guna Kurangi Kemiskinan
BPJS-TK Gelontorkan Rp 294 M di 2019 untuk Pelatihan 20.000 Peserta Korban PHK
Strategi BPJS Ketenagakerjaan Ciptakan Kembangkan SDM Dalam Negeri