BPH Migas Pastikan Stok BBM Jawa Barat Aman, Distribusi Subsidi Tepat Sasaran
BPH Migas memastikan ketersediaan dan penyaluran Stok BBM Jawa Barat aman setelah pemantauan di Garut, Pangandaran, dan Banjar, sekaligus mengawal distribusi subsidi agar tepat sasaran, mencegah panic buying.
Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) telah memastikan ketersediaan serta kelancaran penyaluran Bahan Bakar Minyak (BBM) di wilayah Jawa Barat. Pemantauan ini dilakukan setelah serangkaian peninjauan di beberapa Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di daerah tersebut.
Anggota Komite BPH Migas, Bambang Hermanto, menegaskan bahwa tujuan utama pemantauan adalah untuk memastikan stok BBM mencukupi dan produk yang dijual oleh Badan Usaha Penugasan sesuai standar yang telah ditentukan. Kegiatan ini berlangsung dari tanggal 30 April hingga 2 Mei 2026, mencakup wilayah Garut, Pangandaran, dan Banjar.
Fokus utama pemantauan tersebut adalah untuk menjamin ketersediaan, kualitas, dan distribusi BBM bersubsidi agar tetap sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Hal ini juga bertujuan untuk mencegah penyalahgunaan dan memastikan subsidi tepat sasaran.
Pengawasan Distribusi dan Penggunaan BBM Subsidi
Dalam peninjauan yang dilakukan BPH Migas, ditemukan kendaraan operasional Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Garut yang mengisi BBM subsidi. Bambang Hermanto menjelaskan bahwa kendaraan layanan umum seperti truk sampah, ambulans, mobil jenazah, dan mobil pemadam kebakaran memang berhak menggunakan Jenis BBM Tertentu (JBT) minyak solar.
Ketentuan ini telah diatur secara jelas dalam Peraturan Presiden Nomor 191 Tahun 2014, yang memberikan dasar hukum bagi penggunaan BBM subsidi oleh kendaraan-kendaraan tersebut. Kendaraan operasional DLH Garut yang bekerja sama dengan salah satu SPBU di kota Garut, dipastikan telah sesuai dengan regulasi yang ada.
Bambang Hermanto berharap agar seluruh pemangku kepentingan dapat terus memperkuat pengawasan distribusi BBM subsidi. Pengawasan ini menjadi krusial mengingat adanya selisih harga yang signifikan antara BBM subsidi dan non-subsidi, yang rentan terhadap penyelewengan.
Partisipasi aktif dari berbagai pihak diharapkan mampu mewujudkan distribusi BBM subsidi yang lebih tepat sasaran dan mencegah penyalahgunaan.
Jaminan Stok dan Dukungan Pemangku Kepentingan
Sales Branch Manager Retail Garut Pertamina Patra Niaga, Jamal Bachtiar, turut memberikan jaminan terkait ketersediaan Stok BBM Jawa Barat, khususnya di wilayah Garut. Ia memastikan bahwa stok BBM dalam kondisi aman dan mencukupi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.
Jamal Bachtiar juga mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan pembelian berlebihan atau panic buying. Ketersediaan stok yang terjamin diharapkan dapat menenangkan konsumen dan mencegah antrean panjang di SPBU.
Dukungan terhadap upaya pengendalian distribusi BBM subsidi juga datang dari Himpunan Wiraswasta Nasional (Hiswana) Migas. Kepala Bidang SPBU Dewan Pengurus Cabang III Hiswana Migas Garut, Irfan, menyatakan kesiapan pihaknya untuk mendukung kebijakan pemerintah.
Irfan menegaskan komitmen Hiswana Migas untuk memastikan distribusi BBM tepat sasaran dan kuota yang tersedia sesuai dengan kebutuhan riil masyarakat. Di tingkat operasional, pemilik SPBU di Garut, Dewi Sri Fitriani, menyebutkan bahwa pembelian BBM subsidi telah menerapkan sistem kode QR sesuai prosedur. Proses pengecekan data sebelum pengisian juga dilakukan untuk memastikan validitas. Pemantauan di Pangandaran juga menunjukkan kelancaran pelayanan, seperti diakui oleh pengguna BBM subsidi, Dodo.
Sumber: AntaraNews