BPH Migas: Ada kendala salurkan BBM dan elpiji di Papua
"Kendala di daerah pasti ada. Tetapi bukan masalah stok, ada kendala di kondisi cuaca seperti Papua. Kondisi cuaca jadi kendala distribusi elpiji dan BBM," ujar Anggota Komite BPH Migas Marwansyah Lobo Balia.
Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) mengakui adanya kendala dalam mendistribusikan Bahan Bakar Minyak (BBM) dan elpiji di wilayah Papua menjelang Lebaran. Sebab, kondisi cuaca yang tidak memungkinkan untuk mendistribusikan BBM dan elpiji.
"Kendala di daerah pasti ada. Tetapi bukan masalah stok, ada kendala di kondisi cuaca seperti Papua. Kondisi cuaca jadi kendala distribusi elpiji dan BBM," ujar Anggota Komite BPH Migas Marwansyah Lobo Balia di Kantornya, Jakarta, Senin (19/6).
Menurutnya, saat ini kondisi wilayah yang lain masih aman terkendali. Pihaknya pun meminta Pertamina untuk terus mendistribusikan BBM selama mudik Lebaran. Menurutnya, pasokan dan stok sangat aman terkendali, namun hal-hal teknis diluar kendali BPH Migas masih perlu diwaspadai.
"Kesalahan seperti kabel listrik diputus orang. Itu kan diluar teknis," katanya.
Kendala lainnya, lanjut Lobo, adanya rencana mogok kerja dari awak mobil tangki pada mudik Lebaran. Namun, Lobo menambahkan rencana mogok ini sudah diantisipasi Pertamina untuk mendukung kelancaran distribusi BBM.
"Hal ini tidak terlalu mengganggu kelancaran distribusi BBM saat mudik Lebaran," pungkasnya.
Baca juga:
Cara BPH Migas amankan pasokan BBM saat mudik Lebaran
Pemerintah bentuk posko awasi pasokan energi selama Ramadan
Kini, biaya gas rumah tangga lebih rendah dari elpiji subsidi
Pertamina diyakini mampu tingkatkan produksi gas Blok Mahakam
BPH Migas sebut konsumsi Premium turun karena tak lagi disubsidi