LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. UANG

Bos Whoosh Sambangi Kantor Menko Airlangga, Ini Agenda yang Dibahas

Dirut PT Kereta Cepat Indonesia China, Dwiyana Slamet Riyadi, bertemu dengan Menko Airlangga untuk menyampaikan informasi terkini tentang kinerja Whoosh.

Senin, 17 Nov 2025 18:15:22
kereta cepat indonesia china
Kereta cepat Jakarta-Bandung yang diberi nama 'Whoosh' terlihat setelah peresmiannya di stasiun Halim, Jakarta, 2 Oktober 2023. (Yasuyoshi CHIBA/AFP) (© 2025 Liputan6.com)
Advertisement

Direktur Utama PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC), yang mengelola Kereta Cepat Jakarta-Bandung atau dikenal dengan nama Whoosh, Dwiyana Slamet Riyadi, mengunjungi Kantor Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian. Kedatangannya adalah untuk bertemu dengan Menko Perekonomian, Airlangga Hartarto.

Dwiyana tiba di lokasi sekitar pukul 15.24 WIB dan sebelum menuju ke ruang rapat, ia memberikan sedikit penjelasan mengenai tujuan kunjungannya. "Cuman update biasa soal KCIC," ungkap Dwiyana saat berada di Kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta, pada hari Senin, 17 November 2025.

Setelah sekitar satu jam, Menko Airlangga yang juga berada di lokasi bersiap untuk meninggalkan kantornya, tetapi tidak banyak memberikan keterangan mengenai pertemuannya dengan Direktur KCIC tersebut.

"Bersama KCIC pertemuan teknis. (Pembahasannya soal apa?) Teknis, belum kita selesaikan pembahasannya," jawab Airlangga singkat. Pada hari yang sama, sejumlah tokoh juga hadir di Kantor Kemenko Perekonomian untuk bertemu dengan Airlangga, termasuk Menteri Perdagangan Budi Santoso, Menteri UMKM Maman Abdurrahman, dan Wakil Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia, Christina Aryani.

Advertisement

Tidak ingin memberatkan anggaran negara

Whoosh merupakan singkatan dari Waktu Hemat, Operasi Optimal, Sistem Hebat. (Yasuyoshi CHIBA/AFP) © 2025 Liputan6.com

Sebelumnya, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan bahwa ia tidak ingin anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN) terbebani oleh utang dari proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung, yang dikenal dengan nama Whoosh dan dikelola oleh konsorsium PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC).

Ia kemudian memberikan kepercayaan kepada Danantara untuk menangani tanggung jawab utang Whoosh, yang juga mengawasi beberapa Badan Usaha Milik Negara (BUMN) seperti PT Kereta Api Indonesia (Persero) yang terlibat dalam proyek tersebut.

Advertisement

Purbaya menyatakan, "KCIC di bawah Danantara kan? Kalau di bawah Danantara, mereka sudah memiliki manajemen sendiri dan dividen yang rata-rata bisa mencapai Rp 80 triliun atau lebih setiap tahun."

Ia menambahkan, "Seharusnya mereka mengelola dari situ, jangan membebankan kita lagi. Karena jika tidak, semua akan kembali kepada kita. Jadi, jangan hanya jika enak swasta, tetapi jika tidak enak, pemerintah yang harus mengurusnya," ungkapnya dalam sambungan video pada acara Media Gathering APBN 2026 di Bogor, beberapa waktu lalu.

Berhasil mengumpulkan utang sebesar Rp 116 triliun

Whoosh merupakan singkatan dari Waktu Hemat, Operasi Optimal, Sistem Hebat. (Yasuyoshi CHIBA/AFP) © 2025 Liputan6.com

Proyek kereta cepat Whoosh memiliki utang sebesar USD 7,3 miliar, setara dengan Rp 116 triliun. Meskipun demikian, Direktorat Jenderal Perkeretaapian (DJKA) Kementerian Perhubungan (Kemenhub) memastikan bahwa utang tersebut tidak akan berdampak pada operasional kereta api lainnya.

Direktur Lalu Lintas dan Angkutan Kereta Api DJKA Kemenhub, Arif Anwar, menegaskan bahwa utang Whoosh tidak akan memengaruhi layanan kereta api yang mendapatkan dukungan dalam bentuk Public Service Obligation (PSO) atau subsidi. Contohnya adalah kereta rel listrik (KRL) yang menerima PSO, sehingga tarifnya lebih terjangkau dibandingkan dengan harga keekonomian.

"Terkait dengan kereta cepat apakah berpengaruh terhadap PSO, saya rasa enggak ya," ungkap Arif di Kantor Kementerian Perhubungan, Jakarta, beberapa waktu yang lalu.

Hal ini disebabkan karena pemerintah tidak mengalokasikan anggaran untuk operasional kereta cepat Whoosh, yang sepenuhnya dikelola oleh PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) melalui skema business to business (B2B).

Advertisement

"Kereta cepat ini B2B KCIC, jadi enggak ada sangkut pautnya dengan PSO. Karena kita enggak memberikan subsidi untuk kereta cepat," tegas Arif.

Berita Terbaru
  • Begini Strategi Pemerintah Jaga Keandalan Listrik Jawa-Bali
  • Ini Tiga Strategi Pemerintah Terangi Indonesia Sampai Desa Terpencil
  • Jenderal Polisi Aktif Tersangka Korupsi MBG Ternyata Sekretaris Deputi BGN
  • Polisi Jelaskan Alasan Yuvita Rela Tubuh Ditato Wajah Taufik Hidayat
  • IEG Roadshow Sosialisasi Nobar di Lombok, Perluas Edukasi Lisensi Resmi
  • berita update
  • kereta cepat indonesia china
  • konten ai
  • menko airlangga
  • whoosh
Artikel ini ditulis oleh
Editor Pandasurya Wijaya
M
Reporter Maulandy Rizky Bayu Kencana, Arthur Gideon
Disclaimer

Artikel ini dihasilkan oleh AI berdasarkan data yang ada. Gunakan sebagai referensi awal dan selalu pastikan untuk memverifikasi informasi lebih lanjut sebelum mengambil keputusan.

Berita Terpopuler

Berita Terpopuler

Advertisement
Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.