Bos Freeport mundur, Wapres JK sebut itu hak pribadi
Wapres JK mengaku tak mengetahui alasan pengunduran diri ini.
Presiden Direktur PT Freeport Indonesia Maroef Sjamsoeddin resmi mengundurkan diri. Maroef pun menyampaikan pengunduran diri melalui surat elektronik yang disampaikan ke seluruh pegawai Freeport.
Atas pengunduran diri Maroef, Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) menilainya sebagai hak pribadi mantan Wakil Kepala BIN tersebut.
"Ya itu hak pribadi Pak Maroef," kata JK di kantornya, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Selasa (19/1).
Mengenai latar belakang pengunduran diri Maroef, JK mengaku tidak mengetahuinya. "Saya sendiri tidak mengetahui alasan," tutur JK.
Sebelumnya, dalam surat pengunduran dirinya, Maroef menyebut hanya dikontrak satu tahun oleh perusahaan tambang asal Amerika Serikat (AS) ini.
"Dengan berakhirnya masa kontrak kerja saya selama setahun sebagai Presiden Direktur PT Freeport Indonesia dan tawaran perpanjangan kontrak dari pimpinan Freeport McMoran, saya telah mengirimkan surat pengajuan pengunduran diri," ujar Maroef dalam surat yang dikutip merdeka.com di Jakarta, Senin (18/1).
Maroef mengucapkan terima kasih atas dukungan dan kerja sama yang diberikan selama memimpin Freeport Indonesia.
Pengunduran diri Maroef ini berbanding terbalik atas jasa yang ditinggalkannya selama memimpin Freeport. Salah satunya, soal membongkar pencatutan nama Presiden Jokowi dan Wakil Presiden Jusuf Kalla dalam permintaan saham Freeport yang dilakukan mantan Ketua DPR RI Setya Novanto.
Selain itu, Maroef juga berani memberikan divestasi sahamnya ke pemerintah Indonesa sebesar 10,64 persen sesuai dengan Peraturan Pemerintah Nomor 77 tahun 2014.
Vice President Corporate Communication Freeport Indonesia Riza Pratama membenarkan pengunduran diri Maroef. Namun, dia belum mengetahui secara pasti alasan pengunduran diri tersebut.
"Benar, beliau resign hari ini," kata Riza.
Maroef, yang juga mantan Wakil Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) ini ditunjuk sebagai Presdir Freeport pada Januari 2015.
Baca juga:
Demokrat: Kenapa Jaksa Agung seperti lumpuh di hadapan Riza Chalid?
Politisi Golkar minta Jaksa Agung tak lanjut usut 'Papa Minta Saham'
BPK sebut harga divestasi saham Freeport tak wajar
MKD tegaskan kasus 'Papa Minta Saham' Setya Novanto ditutup
Politisi Gerindra ragukan Kejagung soal pemufakatan jahat Setnov
BPKP tak diajak ESDM soal tim independen divestasi Freeport
Jaksa Agung minta bantuan DPR cari tahu keberadaan Riza Chalid