Bos BPS: Pengenaan Bagasi Pesawat Berbayar Bakal Sumbang Inflasi
Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Suhariyanto mengatakan pengenaan tarif bagasi angkutan udara akan menyumbang inflasi. Meski demikian, pihaknya belum dapat memastikan besaran pengaruh yang diberikan.
Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Suhariyanto mengatakan pengenaan bagasi pesawat berbayar akan menyumbang inflasi. Meski demikian, pihaknya belum dapat memastikan besaran pengaruh yang diberikan.
"Harga bagasi naik, harga tiket akan berpengaruh, berapa pengaruhnya belum tahu," ujar Suhariyanto saat memberikan keterangan pers di Kantornya, Jakarta, Jumat (1/2).
Dia mengatakan, perhitungan pengenaan bagasi akan diteliti dampaknya terhadap harga tiket per maskapai. Sebab, tidak semua maskapai mengenakan biaya tambahan untuk bagasi.
"Yang menerapkan bagasi hanya tertentu saja. Total penerbangan Indonesia berapa, harga tiket tentu berpengaruh," jelasnya.
Tercatat, angkutan udara sepanjang Januari 2019 menyumbang inflasi sebesar 0,02 persen. Ke depan, angkutan udara diprediksi masih akan menyumbang inflasi karena adanya pengenaan bagasi.
"Pada Januari tidak biasa, angkutan udara penyumbang inflasi masih 0,02 persen. Bagasi ini akan menaikkan, seberapa besar belum bisa menebak. Share untuk bagasi ini," jelasnya.
Sebelumnya, Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi, mengaku akan mengkaji penentuan tarif batas atas bagasi maskapai penerbangan. Hal ini dilakukan seiring maraknya maskapai memberlakukan tarif bagasi pesawatbelakangan ini.
"Formulasinya seperti apa nanti kita akan tentukan. Harus harmonisasi termasuk dengan pelaku-pelaku juga," ujarnya di Gedung Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), Jakarta, Kamis (31/1).
Dia menjelaskan, Kementerian Perhubungan akan menerbitkan Peraturan Menteri (PM) yang mengatur perihal bagasi maskapai. Itu termasuk didalamnya terkait persoalan tarif batas atas bagasi pesawat berbayar.
Baca juga:
Februari, Kemenhub Terbitkan Aturan Tarif Batas Bagasi Pesawat
Citilink Tunda Penerapan Bagasi Berbayar
Citilink Buka Rute Surabaya - Kuala Lumpur
Kini Penumpang Sriwijaya Group Bisa Internetan di Pesawat
Pasar Umrah di Solo Diprediksi Tumbuh 30 Persen
Arief Yahya Sedih Kebijakan Bagasi Berbayar Maskapai Pukul Sektor Pariwisata