LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. UANG

Bos BNI: Bank Mandiri-BNI digabung masih kelas bulu juga

"Modal Rp 800 triliun digabung Rp 400 triliun jadi Rp 1200 triliun, masih kelas bulu juga, DBS itu Rp 3.500 triliun."

2015-02-18 17:54:18
BNI
Advertisement

Direktur Utama Bank Negara Indonesia (BNI) Gatot Suwondo terus menyuarakan penolakan atas rencana pemerintah melebur institusinya dengan Bank Mandiri. Menurutnya, penggabungan itu belum membuat perbankan Indonesia naik kelas di tingkat internasional.

"Modal Rp 800 triliun digabung dengan Rp 400 triliun digabung jadi Rp 1200 triliun, masih kelas bulu juga, DBS (bank Singapura) itu Rp 3500 triliun, jadi belum masuk kelas berat juga," ujar ketua Himpunan Bank-Bank Milik Negara (Himbara‎) itu di Jakarta, Rabu (18/2).

Menurutnya, Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) tak tepat dijadikan alasan penggabungan dua bank terbesar nasional itu.

Advertisement

"Tujuan MEA itu untuk demi kesejahteraan di seluruh negara Asean, jadi itu bukan sebagai ajang persaingan, kami melihat ini sebagai ajang kerja sama untuk mencapai kesejahteraan itu," kata Gatot.

Senada, Ketua Umum Asosiasi Analis‎ Efek Indonesia (AAEI) Haryajid Ramelan mengatakan peleburan BNI-Bank Mandiri bukan langkah tepat. Dia malah menyarankan agar pemerintah mendorong perbankan melakukan konsolidasi manajemen agar lini bisnisnya lebih kuat.

"Menurut saya saat ini masih terlalu beresiko untuk hal itu, selain belum tentu akan menjadi lebih baik, itu sosial cost-nya sangat besar," katanya.

Advertisement

Baca juga:
Bos BNI ngeri Ditjen Pajak akses data nasabah perbankan
Ucapan pejabat negara bikin saham BNI dan Bank Mandiri bergejolak
Menko Sofyan yakin bunga bank menyusul turunnya BI Rate
Pemerintah bakal lebur 3 bank BUMN syariah
OJK: Ditjen Pajak ingin buka data nasabah bank, jangan langgar UU

(mdk/yud)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.