Bos BI sebut teror bom Surabaya berdampak minim pada nilai tukar Rupiah
"Secara umum, kalau seandainya dunia internasional membaca ada bentuk dinamika di Indonesia termasuk di Surabaya tentu ada pengaruhnya. Tapi selama ini pengaruh terkait dengan kegiatan terorisme seperti itu sifatnya hanya minim."
Gubernur Bank Indonesia, Agus Martowardojo memastikan nilai tukar Rupiah tidak terpengaruh besar akibat adanya serangan bom yang terjadi di Jawa Timur dalam dua hari terakhir. Menurutnya, hal tersebut hanya memberi sedikit pengaruh terhadap nilai tukar.
"Secara umum, kalau seandainya dunia internasional membaca ada bentuk dinamika di Indonesia termasuk di Surabaya tentu ada pengaruhnya. Tapi selama ini pengaruh terkait dengan kegiatan terorisme seperti itu sifatnya hanya minim," ujarnya di Ritz Carlton, Jakarta, Selasa (15/5).
Agus menjelaskan, kondisi dalam negeri memang memberi pengaruh kepada nilai tukar namun hal tersebut hanya berlangsung sementara. Dia mencontohkan seperti yang dialami oleh Malaysia usai menyelenggarakan pemilihan umum.
"Misalnya di Malaysia, ada pemilihan umum. Ada terpilih perdana menteri baru dan kemudian dampaknya ke mata uangnya cukup dinamis. Itu ada pengaruhnya ke Indonesia. Tetapi setelah Malaysia menempatkan menteri keuangan yang kredibel dan pejabat kredibel dijadikan advisor itu membuat kondisi di sana jadi stabil," jelasnya.
Agus menambahkan, sejauh ini fundamental ekonomi Indonesia dalam keadaan baik. Dia meminta masyarakat tetap tenang menghadapi fluktuasi nilai tukar yang terjadi dalam beberapa hari terakhir. Bank Indonesia dipastikan akan selalu berada di pasaran untuk menjaga nilai tukar mata uang garuda tersebut.
"Jadi, saya ingin menyampaikan fundamental ekonomi kita dalam keadaan baik dan kita ingin supaya masyarakat tetap tenang. Kalau pun angka menyentuh Rp 14.000, itu sesuatu yang kalau secara presentasi kecil. Dan negara lain ada yang lebih buruk dari kita. Tetapi kami Bank Indonesia akan selalu hadir menjaga stabilitas," tandasnya.
Baca juga:
Impor melonjak tinggi, neraca perdagangan April 2018 defisit USD 1,63 miliar
Begini prosedur pemberian izin pemerintah pada kenaikan harga BBM
Impor April 2018 capai USD 16,09 M, peningkatan terbesar di mesin & peralatan listrik
BPS catat ekspor April 2018 USD 14,47 M, turun 7,19 persen secara tahunan
Pegadaian genjot keterlibatan kaum milenial di industri keuangan syariah