Bos BI: Rupiah melemah karena USD menguat & Amerika membaik
Pelemahan nilai tukar Rupiah tidak bisa ditahan dari dalam negeri.
Gubernur Bank Indonesia, Agus Martowardojo angkat bicara terkait pelemahan nilai tukar Rupiah terhadap USD yang hampir menyentuh level Rp 13.500. Menurut Agus, pelemahan tidak bisa ditahan dari dalam negeri karena ini dampak penguatan mata uang Amerika Serikat tersebut.
Tidak hanya Rupiah, mata uang negara lain juga melemah karena menguatnya USD. "Penguatan USD ini sesuatu yang tidak bisa ditahan, ini karena ekonomi AS membaik," ujarnya di Hotel Novotel, Palembang, Sumatera Selatan, Jumat (31/7).
Meski demikian, Agus meyakini volatilitas atau pergerakan Rupiah masih dalam batas wajar. Bank sentral sebagai otoritas moneter akan selalu menjaga stabilitas nilai tukar rupiah.
"Saya melihatnya adalah bahwa nilai tukar ini karena kondisi AS membaik, jadi Rupiah bisa ke Rp 13.400 - Rp 13.450, yang mau kita yakinkan volatilitas tetap dalam range yang baik," jelas dia.
Hasil FOMC Meeting (rapat) bank sentral AS, The Federal Reserve (The Fed) semalam telah menetapkan keputusan tetap mempertahankan suku bunga acuannya. "Itu direspons pasar lebih tenang, volatilitas tetap ada, tapi BI akan menjaga dan nilai tukar rupiah saat ini mencerminkan fundamental," ungkapnya.
Baca juga:
Rupiah terus keok dari dolar AS, Menko sebut bukan masalah besar
Menkeu sebut mata uang yang kuat pun akhirnya keok dari dolar AS
Pelemahan Rupiah buat penyakit defisit Indonesia sulit sembuh
Wapres JK: Rupiah hanya melemah lawan USD
Rupiah melemah, uang bonus pegawai BUMN ini harus rela dipotong