LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. UANG

Bos BI: Naiknya peringkat utang tanda ekonomi Indonesia semakin baik

Sejauh ini, sudah empat lembaga pemeringkat internasional yang telah memberikan penilaian positif terhadap ekonomi dan reformasi birokrasi yang dilakukan Indonesia. Empat lembaga tersebut antara lain Fitch Ratings, R&I Rating, JCI Analyst Estimates & Rating dan Moody's Rating.

2018-04-13 18:42:04
Bank Indonesia
Advertisement

Gubernur Bank Indonesia (BI) Agus Martowardojo menyambut baik kenaikan Sovereign Credit Rating (SCR) atau peringkat surat utang Indonesia dari Baa3/outlook positif menjadi Baa2/outlook stabil. Menurutnya, ini menunjukkan jika ekonomi Indonesia dalam kondisi terus membaik.

Sejauh ini, sudah empat lembaga pemeringkat internasional yang telah memberikan penilaian positif terhadap ekonomi dan reformasi birokrasi yang dilakukan Indonesia. Empat lembaga tersebut antara lain Fitch Ratings, R&I Rating, JCI Analyst Estimates & Rating dan Moody's Rating.

"Kita juga sambut baik tadi pagi Moody's memberikan upgrate pada Indonesia sehingga sudah ada empat rating agensi utama yang berikan rating pada Indonesia, 1 notch di atas investment grade. Mereka lihat bahwa kebijakan di sektor riil fiskal dan moneter konsisten dilakukan secara berhati-hati dan terus melakukan reform sehingga stabilitas makro ekonomi terjaga. Jadi ini adalah satu pengukuhan bahwa Indonesia menunjukkan kondisi yang membaik," ujar dia di Batam, Kepulauan Riau, Jumat (13/4/2018).

Advertisement

Agus menyebut, ada tiga hal yang mengalami penguatan sehingga Indonesia bisa terus mendapatkan perbaikan peringkat. Pertama, soal pengelolaan fiskal yang semakin baik. "Ada tiga area alami penguatan, pertama di pengelolaan fiskal, Indonesia 20 tahun terakhir senantiasa bisa jaga fiskal defisit tidak lebih 2,7 persen. Di 2018 diperkirakan 2,2 persen," kata dia.‎

Kedua, soal kebijakan moneter yang selama ini dikelola oleh BI juga dianggap penuh kehati-hatian dan mampu menjaga stabilitas makro. "BI diberikan pujian karena dalam mengelola kebijakan moneter berhati-hati dan konsisten. Dan juga jaga risiko eksternal sehingga stabilitas makro terjaga dengan baik," ungkap dia.

Dan ketiga, lanjut Agus, soal reformasi birokrasi dan perizinan. Hal ini turut meningkatkan kepercayaan masyarakat internasional khususnya investor terhadap Indonesia.

Advertisement

"15 kebijakan yang dikeluarkan dan terus dievaluasi progresnya seperti apa. Lalu adanya revolusi di bidang perizinan akan menjadi sangat efisien, dan tidak hanya di Jakarta, tapi di daerah-daerah dan di KEK-KEK (Kawasan Ekonomi Khusus) yang akan diresmikan. Kami juga lihat EoDB dijadikan perhatian, dan juga insentif-insentif dalam bentuk tax holiday dan tax allowance serta meningkatkan vokasi. Ini akan membuat kita optimis ke depan Indonesia akan terus bisa meningkatkan rating kita," tandas dia.

Reporter: Septian Deny

Sumber: Liputan6.com

Baca juga:
BI: Sebanyak 4 dari 7 perbankan sudah kurangi penggunaan USD untuk ekspor impor
BI ingatkan kenaikan peringkat utang RI momentum pengusaha cari pembiayaan
BI: Perputaran uang di Maret 2018 tembus Rp 35 triliun per hari
Moody's naikkan peringkat utang RI ke Baa2 outlook stabil karena mampu jaga defisit
BI atur tata cara transaksi surat berharga komersial, ini aturan pokoknya

(mdk/idr)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.