Bos BI: Kondisi ekonomi cukup baik untuk ubah Rp 1.000 jadi Rp 1
Gubernur Bank Indonesia, Agus Martowardojo mengatakan, tingkat inflasi rendah dan pertumbuhan ekonomi yang terus meningkat menjadi faktor pendorong bagi Indonesia melakukan redenominasi.
Bank Indonesia (BI) berencana membawa kembali usulan pembahasan Rancangan Undang-Undang (RUU) Redenominasi Mata Uang ke DPR. Sebab, saat ini kondisi perekonomian Indonesia dinilai cukup baik untuk melakukan redenominasi atau mengubah Rp 1.000 jadi Rp 1.
Gubernur Bank Indonesia, Agus Martowardojo mengatakan, tingkat inflasi rendah dan pertumbuhan ekonomi yang terus meningkat menjadi faktor pendorong bagi Indonesia melakukan redenominasi.
"Kalau dari sekarang sampai akhir tahun ada kemungkinan untuk bisa memasukkan RUU Redenominasi Mata Uang ke DPR, kita pasti ingin masukkan," ujar Agus di Gedung bank Indonesia, Jakarta, Senin (29/5).
Agus menekankan, redenominasi bukanlah sanering (pemotongan nilai uang), tetapi hanya menyederhanakan desimal pecahan angka. Nantinya harga barang dan jasa akan disebut secara tertulis baik harga aslinya sebelum redenominasi, maupun setelah disederhanakan lewat redenominasi.
"Kami rekomendasikan ini karena redenominasi mata uang itu baik untuk reputasi ekonomi Indonesia dan juga efisiensi serta akuntabilitas. Kebetulan RUU itu hanya 18 pasal, jadi mungkin bisa dipertimbangkan untuk segera dibahas," lanjut Agus.
Baca juga:
Pemahaman masyarakat, kunci redenominasi
Penyederhanaan rupiah yang tak sederhana
Redenominasi tak sekedar poles citra Indonesia
DPR siap percepat bahas aturan ubah Rp 1.000 jadi Rp 1
Jokowi: Redenominasi butuh waktu panjang hingga 7 tahun