LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. UANG

Bos BI beberkan 3 sumber ketidakpastian global hingga ganggu nilai tukar

Pertama, pertumbuhan ekonomi global yang saat ini hanya bertumpu pada Amerika Serikat (AS). Kedua, kenaikan suku bunga acuan The Fed. Ketiga, perang dagang AS dengan China, Eropa, Kanada dan Turki.

2018-08-30 12:50:57
Bank Indonesia
Advertisement

Bank Indonesia (BI) melalui BI Institute kembali menggelar konferensi internasional Call For Papper ke-12 di Bali. Konferensi yang membahas jurnal atau riset mengenai ekonomi moneter bertaraf internasional ini akan dirangkum dalam Bulletin of Monetary Economics and Banking, sekaligus jadi referensi kebijakan bank sentral.

Gubernur BI, Perry Warjiyo menjelaskan, topik diangkat kali ini ialah menjaga stabilitas dan memperkuat momentum pertumbuhan di tengah ketidakpastian global. Topik ini dinilai sangat cocok untuk menjawab tantangan yang dihadapi negara berkembang dalam beberapa periode terakhir dan diprediksi masih akan terus berlanjut.

"Saat ini setidaknya ada tiga poin penting mengenai ketidakpastian global yang tengah dihadapi seluruh dunia," kata Perry di Bali, Kamis (30/8).

Advertisement

Ketidakpastian pertama, yaitu pertumbuhan ekonomi global yang saat ini hanya bertumpu pada Amerika Serikat (AS). Pertumbuhan ekonomi yang kuat saat ini hanya terjadi di AS saja.

"Sejumlah negara lain pertumbuhan menurun, kita sebut ekonomi dunia tidak didukung pertumbuhan merata. Ini salah satu menjadi sumber ketidakpastian. Apa ini terus berlanjut apa bagaimana itu tidak pasti," jelas Perry.

Ketidakpastian yang kedua, masih datang dari AS yaitu suku bunga acuan The Fed alias bank sentral AS. Menurut Perry, bank sentral AS akan menaikkan suku bunga empat kali di tahun ini. Hingga kini, The Fed telah menaikkan suku bunga dua kali.

Advertisement

"The Fed mungkin menaikkan suku bunga dua kali lagi, kemungkinan September. Ini menimbulkan investor global menarik dana dari negara berkembang terjadilah capital outflow. Mereka lebih menanamkan modal di Amerika Serikat. Dan ini juga menjadi salah satu sumber nilai tukar di belahan dunia melemah. Banyak negara mengalami tekanan nilai tukar," imbuhnya.

Terakhir, sumber ketidakpastian global adalah perang dagang AS dengan China, Eropa, Kanada dan Turki. Ketegangan ini menimbulkan ketidakpastian ekonomi global dan investor semakin tidak pasti semakin menarik dana mereka dari emerging market

"ini menimbulkan tekanan tekanan nilai tukar dan ekonomi di belahan dunia," tandasnya.

Baca juga:
Membongkar 6 fakta menarik di balik uang, termasuk jadi penyebab perceraian
Bos BI: Dampak nilai tukar terhadap inflasi terkendali
BI soal nilai tukar merosot: Jangan lihat Rupiah saja, bandingkan dengan negara lain
Rupiah diprediksi tembus Rp 15.000 per USD hingga akhir tahun
Menko Darmin sebut Rupiah bisa menguat jika gejolak dunia mulai membaik
Kemenkeu: 60 persen utang pemerintah dalam bentuk Rupiah

(mdk/azz)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.