Bos BEI: Singapura antusias soal percepatan penyelesaian transaksi RI
Direktur Utama BEI Inarno Djajadi mengungkapkan, Singapura bahkan menanti realisasi proses T+2 ini di bursa Indonesia. Dia menargetkan, settlement ini bisa diimplementasikan pada 26 November mendatang.
Bursa Efek Indonesia (BEI) siap mengimplementasikan proses penyelesaian percepatan transaksi bursa (settlement) dari T+3 menjadi T+2. Dengan T+2, proses pencairan dana di pasar modal kini dapat dilakukan dalam waktu dua hari saja.
Direktur Utama BEI Inarno Djajadi mengungkapkan, Singapura bahkan menanti realisasi proses T+2 ini di bursa Indonesia. Dia menargetkan, settlement ini bisa diimplementasikan pada 26 November mendatang.
"T+2 sudah semakin dekati hari H-nya, pada tanggal 26 November kita canangkan sudah T+2. Saya sudah hadir di CEO meeting Singapura. Mereka antusias mau liat T+2 kita," tuturnya di acara Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) di Gedung BEI, Kamis (25/10).
Dia menjelaskan, bagaimana negara-negara tetangga turut menghadapi masalah serupa dalam realisasi percepatan transaksi T+2. Oleh sebab itu, dia antusias proses T+2 dapat segera dilakukan pada bulan depan.
"Singapura ada penundaan karena alasan teknis. Malaysia juga masih melihat situasi yakni jadi Juli 2019. Eropa dan middle east juga sudah banyak ke arah T+2. Jadi T+2 ini akan sangat berguna bagi pasar modal kita," jelasnya.
Inarno pun menekankan, dengan percepatan transaksi bursa T+2, nilai transaksi pasar modal dapat didorong. Terutama dalam memberikan efisiensi waktu di bursa saham. "Sangat bermanfaat dan bisa meningkatkan transaksi cukup signifikan, sekaligus juga efisiensi," tandasnya.
Reporter: Bawono Yadika Tulus
Sumber: Liputan6.com
Baca juga:
Meski di tahun politik, BEI optimistis target 35 perusahaan IPO tercapai di 2019
Bursa Efek Indonesia incar laba bersih Rp 136,62 miliar di 2019
BEI target nilai transaksi harian saham di 2019 capai Rp 9 T
Putusan BI pertahankan suku bunga acuan sesuai ekspektasi pelaku pasar modal
Melantai di BEI, saham Garudafood dan Duck King kompak menguat