Bos Bappenas ingatkan pentingnya sertifikasi kompetensi pekerja di era digital
Pemerintah harus terus meningkatkan pendidikan vokasi baik dari sisi kurikulum maupun sisi infrastruktur. Sebab, pendidikan vokasi belum cukup bagi pekerja untuk bertahan di era digital ini. Namun, harus dilengkapi dengan sertifikasi yang berbasis kompetensi.
Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN/Bappenas) Bambang Brojonegoro mengatakan berdasarkan arahan Presiden Joko Widodo (Jokowi), pemerintah harus terus meningkatkan pendidikan vokasi baik dari sisi kurikulum maupun sisi infrastruktur. Hal ini bertujuan untuk menghasilkan tenaga kerja yang siap bekerja terampil.
Keterampilannya itu diharapkan berada di tingkat menengah tinggi. Akan tetapi hal itu saja belum cukup karena berhadapan di era digital saat ini, diperlukan sertifikasi yang berbasis kompetensi.
"Maksudnya, jadi tidak cukup pendidikan vokasi ini hanya berbasis ijazah, jadi ijazah satu hal, terutama kalau dia ambil pendidikan formal, tapi juga ada vokasi yang basisnya bukan pendidikan formal. Misanya dari balai latihan kerja," katanya di Hotel Mulia, Jakarta, Rabu (21/2).
Menurutnya vokasi dilengkapi dengan sertifikasi kompetensi merupakan antisipasi yang harus disiapkan dari sekarang agar tidak terganggu digital ekonomi. Meski begitu, dia meminta kepada pekerja supaya tidak cemas menghadapi era digital.
"Para pekerja tidak harus khawatir karena mereka akan masuk kategori yang tidak mudah digantikan oleh proses otomatisasi," ujarnya.
Seperti diketahui, kemajuan teknologi dikhawatirkan akan mengurangi lapangan pekerjaan. Oleh sebab itu pekerja diharapkan mempunyai keterampilan yang memadai agar tak terdampak digitalisasi.
Baca juga:
Lima poin fokus pembangunan Pemerintah Jokowi hingga 2019
Kata bos Bappenas soal Indonesia berpotensi kehilangan 50 juta peluang kerja
Berantas gizi buruk, bos Bappenas minta serapan anggaran Papua lebih merata
Bos Bappenas: Zakat PNS tidak akan digunakan untuk bangun infrastruktur
Punya kontur wilayah sulit, pemerintah siapkan sekolah berkonsep asrama di Papua