Bos Airnav: Kita BUMN yang Tidak Mencari Keuntungan
Direktur Utama Airnav Indonesia, Novie Riyanto, mengatakan perusahaannya sedikit berbeda dengan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) lain. Menurutnya, Airnav merupakan BUMN yang mengutamakan pemberian layanan terbaik untuk penerbangan Indonesia dari pada mencari keuntungan.
Direktur Utama Airnav Indonesia, Novie Riyanto, mengatakan perusahaannya sedikit berbeda dengan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) lain. Menurutnya, Airnav merupakan BUMN yang mengutamakan pemberian layanan terbaik untuk penerbangan Indonesia dari pada mencari keuntungan.
Dia menjelaskan, sesuai dengan Undang-Undang (UU) no.1 tahun 2009 tentang penerbangan, Airnav memiliki visi untuk menjadi penyedia layanan navigasi udara yang aman dan nyaman sesuai dengan standard internasional.
"Seperti yang diketahui kita adalah BUMN, tapi BUMN yang berbeda dari yang lain karena tidak mencari keuntungan. Tapi harus melayani," Kata Novie di acara Media Gathering 2019 di Padang, Sumatera Barat, Rabu (20/2).
Sesuai dengan aturan tersebut, ada 5 yang harus dilakukan oleh Airnav. Di antaranya, memberikan pelayanan lalu lintas udara, memberikan telekomunikasi, memberikan informasi navigasi penerbangan kepada pilot, memberikan informasi mengenai meteorologi penerbangan, dan memberikan pelayanan pencarian dan penyelamatan (search and rescue/SAR).
Meski tidak mencari keuntungan, namun bukan berarti Airnav sama sekali tidak menghasilkan keuntungan. Novie menjelaskan, keuntungan yang didapat perusahaan melalui penjualan tiket. "Penumpang ini kan bayar tiket, nah dari harga tiket itu kan ada pembagian perusahaan penerbangan, dan lain-lain. Lalu 1,5 persen dari ongkos pesawat ini juga masuk ke Airnav," jelasnya.
Selain itu, keuntungan yang didapat Airnav juga berasal dari ongkos pesawat yang melewati Indonesia atau over flying. Dia menyebutkan, jika ada pesawat internasional yang melintas di Indonesia akan dikenakan tarif. "Misalnya pesawat dari China mau ke Australia itu harus melintas di Indonesia. Maka ada ongkosnya. Walaupun pesawat itu tidak mendarat di Indonesia, namun kami tetap melayani seperti penerbangan biasanya," tandasnya.
Baca juga:
Agar Harga Tiket Pesawat Turun, Airnav Tunda Kenaikan Tarif Layanan Navigasi
AirNav Indonesia naikkan pangkat ATC Gunawan Agung dua tingkat
AirNav terbangkan pesawat bantuan ke Bandara Sis Al Jufri, Palu
Tarif navigasi berpengaruh kecil pada operasional, AirAsia tak naikkan harga tiket
Airnav catat keluhan gangguan balon udara mulai berkurang
Intip kesiapan AirNav Indonesia atur arus penerbangan saat mudik Lebaran 2018
Garuda Indonesia dan Batik Air terbang perdana dari Bandara Kertajati