LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. UANG

Bindcover Tawarkan Solusi dari Jelimetnya Klaim Asuransi

Pemahaman masyarakat Indonesia tentang asuransi dinilai masih sangat minim. Data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pada 2017 menyatakan index literasi asuransi di Indonesia baru mencapai 15,87 persen. Dari 265 juta penduduk Indonesia, baru 1,7 persen yang memiliki asuransi.

2019-03-27 11:53:25
Asuransi
Advertisement

Pemahaman masyarakat Indonesia tentang asuransi dinilai masih sangat minim. Data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pada 2017 menyatakan index literasi asuransi di Indonesia baru mencapai 15,87 persen. Dari 265 juta penduduk Indonesia, baru 1,7 persen yang memiliki asuransi. Tingkat penetrasi asuransi diklaim tidak lebih dari 3 persen.

Rerata masyarakat Indonesia yang membeli polis juga tidak begitu paham proses klaim asuransi. Dokumen yang seharusnya disiapkan tidak lengkap. Imbasnya, banyak kasus sengketa klaim di Indonesia dimenangkan oleh perusahaan asuransi.

Sebagai inovasi, Bindcover, salah satu insurtech (insurance technology) diluncurkan untuk memudahkan masyarakat mengurus klaim asuransi yang berbelit. Bindcover juga hadir untuk memberi pemahaman klaim asuransi bagi masyarakat.

Advertisement

"Karena minimnya pemahaman terhadap polis, masih banyak nasabah yang tidak bisa menyiapkan dokumen yang diperlukan. Nasabah juga masih merasa proses klaim berbelit. Hal ini bisa berdampak pada jumlah nilai penggantian klaim yang tidak sesuai ekspektasi. Bindcover hadir untuk menyederhanakan semua itu," ungkap pendiri Bindcover, Victor Roy, di Jakarta, Rabu (27/3).

Pendiri Bindcover Victor Roy ©Liputan6.com/Athika Rahma

Advertisement

Platform Bindcover dapat digunakan oleh nasabah, broker, perusahaan asuransi maupun losa adjuster. Victor menambahkan, Bindcover menyasar Usaha Kecil Menengah (UKM) yang memiliki polis asuransi umum.

Hadirnya Bindcover didukung oleh Ketua Badan Mediasi dan Arbitrase Asuransi Indonesia (BMAI), Frans Lamury. Dia menyampaikan, adanya inovasi jasa klaim asuransi digital dapat membantu BMAI mengurangi jumlah sengketa klaim asuransi di Indonesia.

Victor menjelaskan, asuransi dgital (insurtech) dinilai memiliki potensi yang besar di Indonesia. Data Ernst & Young menunjukkan pertumbuhan bisnis online tanah air meningkat 40 persen per tahunnya. Belanja dan bayar online sudah menjadi gaya hidup.

"Generasi zaman sekarang menyukai hal yang praktis dan tidak berbelit. Apalagi soal asuransi, sekarang banyak asuransi yang bisa dibeli online di e-commerce. Urusan klaim, mereka ingin klaim yang cepat dan sesuai ekspektasi," imbuhnya.

Mengandalkan digitalisasi yang kuat di Indonesia, ditambah kecenderungan generasi muda menggunakan gawai setiap waktu, maka potensi insurtech akan terus membesar. Meski begitu, hingga saat ini insurtech masih menunggu regulasi khusus dari OJK.

Reporter: Athika Rahma

Sumber: Liputan6

Baca juga:
Pengemudi Ojek Online Kini Terlindungi BPJS dan Asuransi Swasta
Asuransi AIA Pamer Punya Tenaga Pemasar Kompeten dan Produktif
Agen Asuransi Diklaim Jadi Pilihan Karir yang Menjanjikan
AIA Finance Luncurkan Big Bang Tingkatkan Jumlah Agen MDRT
OJK: Industri Asuransi Melemah Akibat Kondisi Ekonomi Global
OJK Cari Cara Tingkatkan Kepercayaan Masyarakat Pada Asuransi
Pasar Modal RI Diyakini Tetap Positif Meski Ada Pilpres

(mdk/bim)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.