LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. UANG

BI: Pertumbuhan kredit perbankan di Juli 2017 masih rendah

Dodi mengatakan sistem keuangan tetap stabil meskipun fungsi intermediasi perbankan masih berjalan lambat. Terjaganya stabilitas tersebut tercermin pada rasio kecukupan modal (Capital Adequacy Ratio/CAR) perbankan yang cukup tinggi pada level 23,0 persen dan rasio likuiditas (AL/DPK) pada level 23,3 persen.

2017-09-23 15:00:00
Bank Indonesia
Advertisement

Bank Indonesia (BI) mencatat, pertumbuhan kredit perbankan pada Juli 2017 masih rendah yaitu 8,2 persen secara year on year (yoy). Namun demikian angka tersebut membaik apabila dibandingkan dengan bulan sebelumnya yang hanya 7,8 persen (yoy).

Asisten Gubernur Kepala Departemen Kebijakan Ekonomi dan Moneter Bank Indonesia (BI), Dodi Budi Waluyo mengatakan, pertumbuhan kredit yang tinggi hanya terjadi pada sektor konstruksi, listrik, jasa dan pertanian.

"Pertumbuhan kredit yang tinggi hanya terjadi pada sektor konstruksi, listrik, jasa dan pertanian, sedangkan sektor-sektor lain masih tumbuh rendah," ujar Dodi di Gedung BI, Jakarta, Jumat (22/9) malam.

Advertisement

Dodi mengatakan sistem keuangan tetap stabil meskipun fungsi intermediasi perbankan masih berjalan lambat. Terjaganya stabilitas tersebut tercermin pada rasio kecukupan modal (Capital Adequacy Ratio/CAR) perbankan yang cukup tinggi pada level 23,0 persen dan rasio likuiditas (AL/DPK) pada level 23,3 persen di bulan Juli 2017.

"Di bulan yang sama, rasio kredit bermasalah (Non Performing Loan/NPL) berada pada level 3,0 persen (gross) atau 1,4 persen (net). Sementara itu, intermediasi perbankan belum menunjukkan perbaikan," jelasnya.

Pertumbuhan Dana Pihak Ketiga (DPK) pada Juli 2017 tercatat 9,7 persen (yoy), menurun dibandingkan dengan bulan sebelumnya 10,3 persen (yoy), terutama pada DPK valas. Ke depan, intermediasi perbankan diperkirakan akan membaik sejalan dengan penurunan suku bunga acuan dan pelonggaran kebijakan makroprudensial oleh Bank Indonesia.

Advertisement

"Hal tersebut juga didukung kemajuan dalam konsolidasi perbankan dan korporasi. Selain itu, pembiayaan perekonomian melalui pasar modal diharapkan juga semakin membaik sejalan dengan langkah-langkah pendalaman pasar keuangan," pungkasnya.

Baca juga:
BI tegaskan penurunan suku bunga acuan tak langsung diikuti bunga kredit bank
Apresiasi wirausaha, Bank Danamon bakal gelar Entrepreneur Awards 2017
Tak dukung gerakan non-tunai, aturan BI kenakan biaya isi ulang e-money ditolak BPKN
YLKI minta BI tidak wajibkan bank pungut biaya pengisian ulang e-money
Daya beli masyarakat tengah lambat, pungutan isi ulang e-money tidak tepat

(mdk/idr)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.