BI Perkirakan Inflasi Minggu III 2020 Sebesar 0,01 Persen
Bank Indonesia (BI) memperkirakan inflasi minggu III bulan Juni 2020 sebesar 0,01 persen (mtm). Sedangkan inflasi Juli secara tahun kalender sebesar 1,1 persen (ytd) dan 1,66 persen secara tahunan.
Bank Indonesia (BI) memperkirakan inflasi minggu III bulan Juni 2020 sebesar 0,01 persen (mtm). Sedangkan inflasi Juli secara tahun kalender sebesar 1,1 persen (ytd) dan 1,66 persen secara tahunan.
"Berdasarkan Survei Pemantauan Harga pada minggu III Juli 2020, inflasi Juli 2020 diperkirakan sebesar 0,01 persen (mtm)," kata Kepala Departemen Komunikasi Bank Indonesia, Onny Widjanarko di Jakarta, Jumat (17/7).
Onny menjelaskan penyumbang utama inflasi pada periode laporan antara lain komoditas telur ayam ras sebesar 0,05 persen (mtm). Lalu emas perhiasan sebesar 0,03 persen (mtm), dan rokok kretek filter sebesar 0,01 persen (mtm).
Sementara itu, komoditas utama yang menyumbang deflasi yaitu bawang merah sebesar -0,09 persen (mtm), bawang putih sebesar -0,03 persen (mtm), gula pasir sebesar -0,02 persen (mtm) dan jeruk sebesar -0,02 persen (mtm). Lalu cabai merah, daging sapi, kelapa, minyak goreng dan angkutan udara masing-masing sebesar -0,01 persen (mtm).
Bank Indonesia akan terus memperkuat koordinasi dengan Pemerintah dan otoritas terkait untuk memonitor secara cermat dinamika penyebaran Covid-19 dan dampaknya terhadap perekonomian Indonesia dari waktu ke waktu.
Termasuk langkah-langkah koordinasi kebijakan lanjutan yang perlu ditempuh untuk menjaga stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan, serta menopang pertumbuhan ekonomi Indonesia tetap baik dan berdaya tahan.
Baca juga:
Terus Naik, Utang Luar Negeri Indonesia Tembus Rp5.981 Triliun
BI: Rasio Kecukupan Modal Perbankan Masih Tinggi, namun Penyaluran Kredit Melambat
BI Sebut Rendahnya Inflasi Dukung Pemulihan Ekonomi Indonesia Imbas Corona
Per 14 Juli 2020, Bank Indonesia Beli SBN di Pasar Perdana Rp36,69 Triliun
Hingga 14 Juli 2020, BI Tambah Quantitative Easing Rp633,24 Triliun
Aktivitas Ekonomi Melemah, Transaksi Non Tunai Turun 24 Persen