LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. UANG

BI Optimistis Rupiah Akan Terus Menguat, Ini Sebabnya

Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) Dody Budi Waluyo mengaku optimistis nilai tukar Rupiah hingga akhir tahun masih akan mengalami penguatan. Hal ini dorong oleh faktor pertumbuhan ekonomi yang diperkirakan masih akan tumbuh dan inflasi yang terkendali.

2018-11-17 18:00:00
Kurs Rupiah
Advertisement

Nilai tukar Rupiah terhadap Dolar Amerika Serikat (USD) terus menunjukkan tren positif. Beberapa waktu terakhir, bahkan Rupiah berhasil menguat dan meninggalkan posisinya di level Rp 15.000 per USD.

Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) Dody Budi Waluyo mengaku optimistis nilai tukar Rupiah hingga akhir tahun masih akan mengalami penguatan. Hal ini dorong oleh faktor pertumbuhan ekonomi yang diperkirakan masih akan tumbuh dan inflasi yang terkendali.

"Bicara nilai tukar dari data domestik yang positif, CAD kita lemah, tapi jangan lihat rentang ke belakang, (tapi) ke depan. Bank sentral kemampuan melihat ke depan untuk tentukan kebijakan," kata Dody dalam acara Pelatihan Wartawan Ekonomi Nasional, di Solo, Jawa Tengah, Sabtu (17/11).

Advertisement

Dody menyebut pergerakan Rupiah yang tidak lagi melemah ini karena memang nilai kursnya murah. Sehingga penguatan ini diyakini akan terus berlanjut. "Rupiah masih undervalued (terlalu murah). Namun masih cukup kompetitif untuk perdagangan," imbuhnya.

Dody mengatakan, penguatan terhadap mata uang Garuda ini juga ditopang oleh faktor internal dan eksternal. Dari dalam negeri misalnya, sejumlah kebijakan untuk memperkuat Rupiah telah ditempuh, salah satunya keputusan BI yang kembali menaikan BI 7- Day Reverse Repo Rate atau suku bunga acuan sebesar 25 basis point (bps) menjadi 6,00 persen.

"Prinsip kita preemptivedan ahead the curve tidak lepas. Dengan dasar ini, kita naikkan suku bunga 2 hari lalu. Kita harus ahead the curve," ungkapnya.

Advertisement

Sementara, dari sisi globalnya, lanjut Dody pertemuan antara Presiden China Xi Jinping dan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump yang dijadwalkan pada akhir tahun nanti akan berdampak positif. Terutama untuk meredam perang dagang antar kedua negara tersebut, sehingga momen itu diharapkan bisa membuat ketenangan di pasar keuangan.

"Feeling saya positif dengan pertemuan Presiden AS dan Presiden China. ini akan menenangkan pasar keuangan," pungkasnya.

Baca juga:
Rupiah Ditutup Menguat di Level Rp 14.612 per USD
Rupiah Kembali Menguat ke Level Rp 14.782 per USD
Rupiah dibuka melemah tipis di level Rp 14.755 per USD
Penguatan Rupiah Jadi Momen Perbaikan Defisit Transaksi Berjalan
Ini faktor pendorong penguatan Rupiah versi Bank Indonesia
Menko Darmin prediksi defisit transaksi berjalan kuartal III lewati 3 persen
Meski Rupiah tak lagi melemah, pemerintah dipastikan takkan lengah

(mdk/azz)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.