LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. UANG

BI: Naiknya suku bunga AS tak timbulkan gejolak berlebihan

BI nilai perlu ada kewaspadaan terhadap berbagai risiko lain salah satunya perlambatan ekonomi Tiongkok.

2015-12-17 13:39:05
Bank Indonesia
Advertisement

Baru saja keputusan Bank Sentral AS Federal Reserve (The Fed), menaikkan ‎suku bunga AS sebesar 0,25 basis poin menjadi 0,50 persen. Kenaikan ini menjadi hasil akhir untuk mendorong pertumbuhan ekonomi AS lebih tinggi dari sekarang.

Keputusan ini tentunya menimbulkan reaksi, tak kecuali di Indonesia. Bank Indonesia mengatakan keputusan tersebut tak ada gejolak yang berarti di pasar keuangan.

Deputi Gubernur Bank Indonesia Ronald Waas melihat kondisi ini justru menjadi akhir dari satu ketidakpastian dalam perekonomian global. Hal ini yang mendorong reaksi pasar keuangan pasca diumumkan, termasuk Indonesia.

Advertisement

"Secara umum kalau ada keputusan pasti mengurangi ketidakpastian," ujar dia di Kementerian Keuangan, Jakarta, Kamis (16/12).

‎Menurut Ronald, keputusan tersebut tidak terlepas dari antisipasi yang dilakukan oleh dunia, baik dari Bank Sentral AS yang sudah mengkomunikasikan sejak lama dari sebelumnya, maupun dengan otoritas di masing-masing negara dan termasuk kalangan pelaku pasar keuangan.

"Sudah lama dikasih sinyal oleh The Fed bahwa pasar sudah memperkirakan itu, akan naik di Desember dan makin lama mendekati Desember sinyal itu semakin kuat dan kita ikuti bersama-sama," jelas dia.

Advertisement

Kendati demikian, Ronald menilai perlu ada kewaspadaan terhadap berbagai risiko lain salah satunya perlambatan ekonomi Tiongkok, karena ada berpengaruh besar ke Indonesia khususnya sektor rill.

"Faktor-faktor yang menentukan ekonomi dunia selalu ada karena selama ini ukuran ekonomi AS, China menentukan dan Eropa juga menentukan," kata dia.

Untuk itu, Bank Indonesia akan terus memantau reaksi pelaku pasar pasca keputusan tersebut. Selain itu, BI akan mengeluarkan instrumen apabila ada gejolak yang timbul akibat kenaikan suku bunga The Fed tersebut.

"Kalau risiko selalu ada mau ada keputusan atau tidak, kita tunggu saja. Nanti kita lihat, ini baru beberapa reaksi saja," pungkas dia.

Baca juga:
BI: Kenaikan suku bunga AS tidak menakutkan, sudah diantisipasi
BI: Kebijakan AS naikkan suku bunga berdampak baik untuk Indonesia
DPR heran BI minta anggaran naik 20 persen tahun depan
BI dan Australia sepakat swap mata uang sebesar Rp 100 T
BI berikan predikat pelapor devisa ekspor terbaik pada Toyota
BI prediksi pelemahan ekonomi China pukul pertumbuhan RI 0,6 persen
Hingga siang ini, Rupiah masih bertengger di Rp 14.000 per USD

(mdk/sau)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.