BI klaim kartu berlogo GPN antiskimming
Setiap harinya, penerbitan kartu debit di Tanah Air terus meningkat. Data teranyar dalam satu pekan lebih dari 170 juta keping kartu debit diterbitkan. "Jumlah kartu debit minggu lalu 170 juta sekarang sudah 177 juta," kata Direktur Eksekutif Departemen Elektronifikasi dan Gerbang Pembayaran Nasional BI.
Setiap harinya, penerbitan kartu debit di Tanah Air terus meningkat. Data teranyar dalam satu pekan lebih dari 170 juta keping kartu debit diterbitkan.
"Jumlah kartu debit minggu lalu 170 juta sekarang sudah 177 juta," kata Direktur Eksekutif Departemen Elektronifikasi dan Gerbang Pembayaran Nasional BI, Pungky P Wibowo, dalam acara sosialisasi Kartu Debit BNI berlogo GPN, di Jakarta Conventioan Centre, Jumat (27/4).
Atas dasar itu, pihaknya menggagas dibentuknya Gerbang Pembayaran Nasional (GPN). Kehadiran sebagai bukti Indonesia memiliki kemampuan mengelola sistem pembayaran.
"Kartu GPN menunjukkan bahwa Indonesia sudah punya kemampuan, seluruh data diproses dan dilaksanakan di dalam negeri," ujarnya.
Selain itu, biaya transaksi dengan GPN lebih murah sebab perbankan tak perlu lagi membayar royalti bulanan dan tahunan kepada lembaga switching luar.
"Kita enggak perlu bayar royalti. Transaksi dilakukan perbankan antar bank lebih murah. Jadi GPN akan untungkan konsumen, masyarakat, pedagang dan lebih aman karena gak hanya logo tapi kartu langsung memiliki chip, Insya Allah antiskimming," klaim Pongky.
Baca juga:
Per April 2018, BNI terbitkan 1.000 kartu berlogo GPN
BRI sediakan fasilitas kredit rumah untuk guru, bunga mulai 5 persen
OJK revisi aturan kewajiban agunan kas nasabah lindung nilai menjadi 10 persen
BNI siapkan 3 juta kartu berlogo GPN tahun ini
OJK catat 449 pengaduan layanan jasa keuangan, tertinggi perbankan
DPR sahkan UU protokol jasa keuangan AFAS
Perbankan mulai kolaborasi dengan Fintech salurkan pembiayaan ke UMKM