BI harap penurunan harga Solar bisa turunkan harga barang
Penurunan Solar juga disebut bermanfaat untuk nelayan.
Pemerintah baru saja mengeluarkan paket kebijakan ekonomi jilid III yang salah satu isinya adalah penurunan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) subsidi jenis Solar yaitu Rp 200 per liter. Kebijakan ini diharapkan mampu mendorong daya beli masyarakat karena harga produk industri bisa turun karena biaya transportasi bisa ditekan.
"Saya kira inti dari paket kebijakan III ini untuk meningkatkan daya beli dengan diturunkannya harga BBM (solar). Ini akan mempengaruhi kebutuhan konsumen dengan penurunan BBM, akan berpengaruh pada harga barang-barang dan inflasi diharapkan juga menurun," ujar Gantiah Wuryandari, Direktur Departemen Statistik Bank Indonesia di Gedung Dewan Pers, Jakarta, Kamis (8/10).
Menurutnya, penurunan harga Solar akan lebih dirasakan masyarakat bawah seperti nelayan. Harga solar yang lebih murah akan menekan biaya melaut bagi nelayan.
"Solar ini penting untuk nelayan. Jadi kalau harganya turun, maka biaya mereka akan lebih murah. Jadi bagi mereka, yang tadinya uang itu untuk beli BBM (solar), ini bisa digunakan untuk yang lain," jelas dia.
Meski demikian, pemerintah juga diminta tetap hati-hati dengan potensi meningkatnya harga bahan kebutuhan masyarakat akibat musim kemarau yang masih berlangsung di Indonesia.
"Tapi kita tidak bisa memungkiri karena ada kemarau panjang, sawah jadi mengalami kerusakan, tidak bisa dipanen. Sedangkan populasi penduduk tetap," tandasnya.
Baca juga:
DPD: Pemerintah tak pernah transparan soal harga keekonomian BBM
ESDM: Premium bisa turun kalau PPN dan pajak bahan bakar diturunkan
Di paket ekonomi jilid III, pemerintah hanya turunkan harga solar
Menkeu Bambang: Lebih baik jaga harga beras ketimbang Premium
DPR: Kalau mau konkret, pemerintah turunkan harga BBM