Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Di paket ekonomi jilid III, pemerintah hanya turunkan harga solar

Di paket ekonomi jilid III, pemerintah hanya turunkan harga solar bbm. mertdeka.com/Arie basuki

Merdeka.com - Menteri Koordinator Perekonomian Darmin Nasution memastikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis solar turun Rp 200 per liter. Alasannya, penurunan harga solar ini dapat menggerakkan sektor industri dalam negeri.

"Harga solar turun Rp 200 per liter. Jadi harganya sekarang Rp 6.700 per liter, yang sebelumnya Rp 6.900 per liter, Penurunan yang sama juga berlaku untuk solar non subsidi," ujar Darmin di Istana Negara, Jakarta, Rabu (7/10).

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Sudirman Said mengatakan penurunan harga solar tersebut mulai berlaku Sabtu (10/10).

"Penurunan solar ini berlaku mulai tiga hari sejak pengumuman," kata dia.

Sementara, untuk harga BBM jenis Pertamax diturunkan Rp 200 per liter menjadi Rp 9.000 per liter dari Rp 9.200 per liter. untuk BBM jenis Pertalite, pemerintah menurunkan Rp 100 per liter.

"Pertamax sudah berlaku mulai 1 Oktober. Kita komitmen untuk menjaga kebijakan subsidi. Karena BBM bukan lagi barang subsidi," pungkas dia.

Pemerintah dalam waktu dekat akan mengumumkan paket kebijakan ekonomi jilid III. Dalam sambutannya membuka rapat terbatas, Presiden Joko Widodo meminta Pertamina untuk mengkaji kembali harga bahan bakar minyak (BBM). Jokowi berharap masih ada ruang bagi Pertamina untuk menurunkan harga BBM, meskipun kecil.

"Yang berkaitan dengan BBM, dihitung lagi Pertamina, coba dihitung sekali lagi oleh Pertamina, apakah masih mungkin premium itu diturunkan, meskipun hanya sedikit," kata Jokowi di Istana, Jakarta, Kamis (1/10).

Jokowi menambahkan, paket kebijakan yang ketiga ini diharapkan memperbaiki ekonomi dalam jangka pendek dan menengah. Sehingga memberikan hasil yang relatif cepat dan daya beli masyarakat menjadi meningkat.

Selain itu, Jokowi minta agar proyek padat karya terus digalakkan. Dengan harapan tersedia lapangan kerja yang semakin luas.

"Yang pertama mestinya ada stimulus jangka pendek, insentif jangka menengah dan panjang. Sehingga bisa cepat sekali dirasakan oleh rakyat, dunia usaha. Saya kira paket ekonomi yang ketiga ini, jangka pendek, coba dilihat apakah memungkinkan. Yang pertama bunga bank bisa turun dengan mengefisiensikan biaya-biaya yang ada di dalam bank," jelas Jokowi.

(mdk/bim)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP