LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. UANG

BI Catat Konsumsi Domestik dan Investasi Topang Ekonomi di Tengah Perlambatan Dunia

Bank Indonesia (BI) mencatat pertumbuhan ekonomi dunia melambat disertai dengan berkurangnya ketidakpastian pasar keuangan global. Perlambatan tidak hanya terjadi di Amerika Serikat (AS), namun juga dialami oleh Eropa serta China. Sementara itu, kenaikan suku bunga Fed Fund Rate (FFR) diperkirakan akan lebih rendah.

2019-02-21 16:41:52
Bank Indonesia
Advertisement

Bank Indonesia (BI) mencatat pertumbuhan ekonomi dunia melambat disertai dengan berkurangnya ketidakpastian pasar keuangan global. Perlambatan tidak hanya terjadi di Amerika Serikat (AS), namun juga dialami oleh Eropa serta China.

Gubernur BI, Perry Warjiyo, menyebutkan pertumbuhan ekonomi AS melambat dipengaruhi oleh terbatasnya stimulus fiskal, permasalahan struktural tenaga kerja, dan menurunnya keyakinan pelaku usaha.

"Pertumbuhan ekonomi Eropa juga melambat, antara lain dipengaruhi oleh berlanjutnya permasalahan struktural ekonomi dan keuangan, pelemahan ekspor dan dampak ketidakpastian penyelesaian masalah Brexit," kata Perry di Kantornya, Jakarta, Kamis (21/2).

Advertisement

Sementara itu, ekonomi China tumbuh melambat didorong melemahnya ekspor akibat ketegangan perdagangan dengan AS serta melambatnya permintaan domestik sebagai dampak proses deleveraging yang masih berlangsung.

"Sejalan dengan prospek pertumbuhan ekonomi dunia yang melambat, harga komoditas global diperkirakan menurun, termasuk harga minyak dunia, serta normalisasi kebijakan moneter di negara maju yang cenderung tidak seketat perkiraan semula dan ketidakpastian di pasar keuangan global yang berkurang," ujar Perry.

Sementara itu, kenaikan suku bunga Fed Fund Rate (FFR) diperkirakan akan lebih rendah dan pengurangan neraca bank sentral menjadi lebih kecil dari rencana. "Perkembangan ekonomi dan keuangan global tersebut di satu sisi memberikan tantangan dalam mendorong ekspor, namun di sisi lain meningkatkan aliran masuk modal asing ke negara berkembang, termasuk Indonesia," dia menambahkan.

Advertisement

Di tengah melambatnya pertumbuhan ekonomi dunia, momentum pertumbuhan ekonomi Indonesia tetap terjaga didukung oleh permintaan domestik. Perry mengungkapkan pertumbuhan ekonomi Indonesia tetap kuat mencapai 5,18 persen (yoy) pada triwulan IV 2018, meningkat dibandingkan dengan pertumbuhan triwulan sebelumnya sebesar 5,17 persen (yoy).

"Pertumbuhan ekonomi terutama didukung permintaan domestik sejalan dengan meningkatnya konsumsi rumah tangga dan konsumsi Lembaga Non Profit yang Melayani Rumah Tangga (LNPRT)," ujarnya.

Selain itu, investasi juga tetap tinggi dipengaruhi optimisme investor yang tetap terjaga terhadap prospek ekonomi Indonesia. Sedangkan dari sisi ekspor neto tercatat negatif dipengaruhi pertumbuhan ekonomi global yang melandai dan harga komoditas yang menurun. Secara spasial, peningkatan pertumbuhan ekonomi ditopang Jawa dan Kalimantan sejalan meningkatnya kegiatan di sektor pertanian, jasa-jasa dan pertambangan.

"Dengan perkembangan ini, pertumbuhan ekonomi Indonesia meningkat dari 5,07 persen (yoy) pada 2017 menjadi 5,17 persen (yoy) pada 2018 dan merupakan pencapaian tertinggi dalam lima tahun terakhir. Ke depan, Bank Indonesia memperkirakan pertumbuhan ekonomi 2019 tetap solid pada kisaran 5,0-5,4 persen, didukung permintaan domestik, khususnya konsumsi rumah tangga dan konsumsi LNPRT yang meningkat, serta investasi yang tetap kuat," tutupnya.

Baca juga:
Bos BI Ungkap Syarat Untuk Rupiah Bisa Lanjutkan Penguatan
Bank Indonesia Akui Terlambat Buat Aturan Fintech
Bank Indonesia Pertahankan Suku Bunga Acuan Februari di 6 Persen
Bank Indonesia Catat Utang Asing Capai Rp 5.323 Triliun Hingga Akhir 2018
Mandiri Investasi Optimis Ekonomi RI Lebih Baik di 2019
Bank Indonesia Catat Peredaran Uang Palsu di Solo Meningkat, Terbanyak Rp 100.000
Permudah Investasi, Wapres JK Minta BI Turunkan Suku Bunga Acuan

(mdk/bim)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.