Berimpitan dengan kereta cepat, jalur light rail transit digeser
Lahan bakal disediakan PT Kereta Cepat Indonesia-China.
Pemerintah bakal menggeser jalur kereta ringan atau light rail transit (LRT) Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek). Ini agar tak berimpitan dengan jalur kereta cepat Jakarta-Bandung.
"Trase LRT Jabodetabek kami geser," kata Menteri Perhubungan Ignasius Jonan, di DPD-RI, Jakarta, Rabu (13/1).
Untuk itu, PT Kereta Cepat Indonesia-China (KCIC) telah membuat surat pernyataan bakal menyediakan lahan untuk LRT. KCIC adalah perusahaan bentukan China dan konsorsium badan usaha milik Indonesia.
Berdasarkan hasil kajian, kata Jonan, pergeseran trase LRT lebih minim risiko ketimbang kereta cepat. Adapun jalur berimpitan antara LRT dan kereta cepat terletak di Jatibening, Bekasi, Jawa Barat.
"Kalau dari segi efisiensi, LRT ngalah sedikit enggak apa-apa. Kalau kereta api cepat yang digeser, yang harus diubah banyak sekali."
Baca juga:
Proyek kereta cepat terkendala izin pemerintah daerah
Menhub Jonan keluarkan izin trase kereta cepat Jakarta-Bandung
Sebagai jaminan, konsorsium kereta cepat setor Rp 1 T ke pemerintah
Proyek kereta cepat picu pembentukan kota baru di Jawa Barat
Proyek kereta cepat jadi alat diplomasi bisnis Indonesia-China