LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. UANG

Bergerak menguat, Rupiah bertengger di level Rp 15.187 per USD

Mengutip data Bloomberg, Rupiah bergerak cukup fluktuatif usai pembukaan. Namun saat ini Rupiah sedikit melemah dengan bertengger di level Rp 15.189 per USD.

2018-10-24 10:13:52
Rupiah
Advertisement

Nilai tukar Rupiah terhadap Dolar Amerika Serikat (USD) bergerak menguat di perdagangan hari ini, Rabu (24/10). Pagi ini, Rupiah dibuka di level Rp 15.187 per USD atau menguat dibanding penutupan perdagangan kemarin di Rp 15.191 per USD.

Mengutip data Bloomberg, Rupiah bergerak cukup fluktuatif usai pembukaan. Namun saat ini Rupiah sedikit melemah dengan bertengger di level Rp 15.189 per USD.

Sebelumnya, Bank Indonesia (BI) mencatat Nilai tukar Rupiah (NTR) masih mengalami depresiasi atau melemah terhadap Dolar AS di kuartal III-2018. Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia (BI), Mirza Adityaswara menegaskan, pelemahan tersebut masih dalam volatilitas yang terjaga.

Advertisement

"Tekanan depresiasi Rupiah pada September 2018 dan kemudian berlanjut pada Oktober 2018 sejalan dengan pergerakan mata uang negara peers," kata Mirza di Gedung BI, Jakarta, Selasa (23/10).

Hingga September 2018, BI mencatat Rupiah secara rata-rata melemah sebesar 2,07 persen dan sedikit melemah pada Oktober 2018.

"Dengan perkembangan ini, maka secara year to date (ytd) sampai dengan 22 Oktober 2018, Rupiah terdepresiasi 10,65 persen," ujarnya.

Advertisement

Namun demikian, depresiasi Rupiah masih lebih rendah dari pelemahan yang terjadi di Brasil, India, Afrika Selatan, dan Turki.

Ke depan, Bank Indonesia terus melakukan langkah-langkah stabilisasi nilai tukar sesuai nilai fundamentalnya dengan tetap menjaga bekerjanya mekanisme pasar, didukung upaya-upaya pengembangan pasar keuangan.

"Kebijakan tersebut diarahkan untuk menjaga volatilitas Rupiah serta kecukupan likuiditas di pasar sehingga tidak menimbulkan risiko terhadap stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan," tutupnya.

Baca juga:
6 Prestasi mentereng dan kritik pedas di 4 tahun pemerintahan Jokowi-JK
Putusan BI pertahankan suku bunga acuan sesuai ekspektasi pelaku pasar modal
Ini kondisi terkini perekonomian dunia pantauan Bank Indonesia
Hemat devisa, pemeriksaan kesehatan disarankan tak harus keluar negeri
BI catat Rupiah telah melemah 10,65 persen hingga 22 Oktober 2018
Rupiah masih betah di level Rp 15.200-an per USD

(mdk/idr)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.