Berdayakan makan ikan, Menteri Susi tak ingin anak Indonesia kontet
Kontet adalah ketidakmampuan seseorang untuk tumbuh besar atau tetap kerdil sepanjang hidupnya.
Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti mengatakan budaya makan ikan dapat mencegah anak Indonesia dari kontet. Kontet adalah ketidakmampuan seseorang untuk tumbuh besar atau tetap kerdil sepanjang hidupnya.
Ikan merupakan salah satu sumber protein untuk pertumbuhan. "Kita tahu bahwa kebutuhan dunia akan protein terus meningkat," ujarnya di Jakarta, Selasa (24/11).
Menurutnya, dengan jumlah penduduk yang makin tinggi, Indonesia harus memulai mengembangkan aquaculture. Aquaculture adalah penangkaran dan pemeliharaan ikan air tawar atau air laut dalam tangkaran. Indonesia dalam mengembangkan konsep ini akan menggandeng Pemerintah Norwegia.
"Angka stunting di Indonesia tinggi, 1 dari 3 anak itu kuntet. Saya berharap kita dapat memenuhi kebutuhan protein kita dengan aquaculture ini," jelas dia.
Kendati demikian, dirinya tak ingin terburu-buru dalam mengembangkan aquaculture tersebut, mengingat apabila gagal maka akan merusak ekosistem laut. Untuk itu, sebagai tahap awal pengembangan aquaculture akan dilakukan di lingkungan Kementerian Kelautan dan Perikanan.
"Kita coba di Balai Perikanan KKP dulu sebelum ke masyarakat. Walaupun sudah bagus kan harus dites dulu," tutup dia.
Baca juga:
Pemerintah beri insentif untuk pengembangan industri olahan ikan
Genjot konsumsi protein, Susi minta peyek kacang diganti ikan
'Hanya negara terbelakang yang beri izin penangkapan ikan ke asing'
KKP bakal hitung ulang tarif pungutan hasil tangkap nelayan
Hingga kuartal III-2015, KKP catat tangkapan ikan capai Rp 91 T
Gandeng Google, RI negara pertama pemantau penangkapan ikan online
5 Tudingan kehadiran Menteri Susi perparah perikanan Indonesia