Berantas uang palsu, BI sediakan lab pengecekan khusus
BI juga mensosialisasikan CIKUR atau Cara Identifikasi Keaslian Uang Rupiah kepada masyarakat agar semakin waspada.
Bank Indonesia (BI) terus berupaya mempersempit peredaran uang palsu di Indonesia. Deputi Gubernur Bank Indonesia Ronald Waas mengatakan, BI mendorong masyarakat untuk semakin hati-hati dan waspada terhadap peredaran uang palsu dalam kegiatan transaksi sehari-hari.
Ronald mengatakan, BI membuka diri bagi masyarakat yang tidak yakin akan keaslian uang yang dimiliki dengan membawanya ke BI untuk diteliti lebih lanjut. Hal ini dilakukan lantaran teknologi pemalsuan uang semakin canggih.
"Untuk uang palsu itu kita punya lab dan itu laboratorium dan itu laboratorium kertas. Kita bisa lihat itu (uang). Itu ada di Gedung C dan gak akan ditangkap bawa uang palsu ke BI. Kecuali kalau mau digunakan untuk transaksi itu baru tidak boleh," jelas Ronald di Gedung Bank Indonesia, Jakarta, Kamis (16/1).
Selain itu, BI juga mensosialisasikan CIKUR atau Cara Identifikasi Keaslian Uang Rupiah kepada masyarakat agar semakin waspada terhadap keaslian uang yang diterima. Bank sentral telah menggandeng aparat hukum agar pelaku pemalsuan uang bisa diberi sanksi hukum.
"Makanya kami rancang CIKUR. Kita sosialisasikan dengan aparat hukum," tutup Ronald.
Baca juga:
BI distribusikan uang ke wilayah terpencil Rp 1,3 T di 2013
Perbaikan Rupiah sulit terwujud tahun ini
Tahun lalu, BI catat transaksi penarikan uang Rp 490 T
Ini cara warga pesisir agar uangnya tidak hilang
Sentimen negatif bikin Rupiah kembali melemah