BI distribusikan uang ke wilayah terpencil Rp 1,3 T di 2013
Merdeka.com - Bank Indonesia (BI) mencatat, sepanjang 2013, transaksi penukaran uang dalam Kas Keliling, baik di dalam kota maupun di wilayah terpencil dan terdepan NKRI, mencapai Rp 1,3 triliun dengan jumlah wilayah kegiatan yang jauh lebih banyak dari tahun sebelumnya.
Deputi Gubernur Bank Indonesia Ronald Waas memaparkan, BI memanfaatkan berbagai fasilitas guna menjangkau wilayah terpencil.Untuk distribusi, BI mengandalkan KAI dan Pelni.
"Kalau Kalimantan, kita terpaksa pakai perahu.Kita jalani satu-satu desa untuk diberikan kesempatan uang yang lebih baru sesuai dengan pecahan yang dibutuhkan," papar Ronald di Gedung Bank Indonesia, Jakarta, Kamis (16/1).
BI sendiri telah bekerja sama dengan Angkatan Laut (AL) dalam pemanfaatan armada kapalnya untuk mendistribusikan uang Rupiah ke seluruh wilayah Nusantara. Untuk Kas Keliling di wilayah terpencil dan terdepan NKRI, lanjut Ronald, pada tahun 2013 dilaksanakan lima kali sedangkan tahun 2012 dilaksanakan empat kali.
"Itu tidak hanya pada wilayah perbatasan tapi juga daerah yang berada pada wilayah pesisir pulau yang memang sulit dijangkau dan tidak ada kota besarnya kita akali itu dengan menitipkan dengan bank komersial. Kita banyak menemukan uang yang sudah tidak layak edar," kata Ronald.
Ronald menambahkan jumlah transaksi penarikan perbankan dalam rangka Kas Titipan sebesar Rp 19,1 triliun atau naik 48 persen di 2013 dibanding tahun sebelumnya yang mencapai Rp 12,9 triliun. Terdapat penambahan jumlah Kas Titipan pada tahun 2013 di enam daerah yakni Muaro Bungo (Jambi), Bima (NTB), Prabumulih (Sumatera Selatan), Kotamobagu ( Sulawesi Utara), Bau-Bau (Sulawesi Tenggara), dan Sintang (Kalimantan Barat).
"Sehingga secara keseluruhan tahun 2013, 25 Kas Titipan," tutup Ronald.
(mdk/bim)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya