Belum banyak dipakai, pembalut di India justru akan dipajaki tinggi
Belum banyak dipakai, pembalut di India justru akan dipajaki tinggi. Studi Nielsen di 2011 menemukan bahwa hanya 12 persen dari perempuan India menggunakan pembalut. Di mana, di tahun yang sama, jumlah total penduduk India mencapai 1,21 miliar. Saat ini, besaran pajak pembalut berbeda di setiap daerah di India.
Pemerintah India berencana mengenakan pajak tinggi pada produk pembalut. Rencananya pembalut di India akan dikenakan pajak 12 persen, di mana akan membuat harga jualnya semakin mahal.
Harga pembalut di India saat ini berada di kisaran 5 Rupee atau sekitar Rp 1.029 hingga 12 Rupee atau Rp 2.470 per potong. Saat ini, besaran pajak pembalut berbeda di setiap daerah di India.
Dilansir dari CNN Money, Jumat (26/5), rencana pemerintah menimbulkan gelombang protes kaum perempuan India. Menurut mereka, justru produk ini seharusnya bebas pajak.
Perempuan India juga merasa didiskriminasi, sebab, produk seperti kondom dan alat kontrasepsi bebas pajak. Kelompok yang menamakan diri mereka SheSays telah mengampanyekan untuk meniadakan diskriminasi gender di India.
Petisi yang digalang oleh Sushmita Dev meminta pembalut dibebaskan pajak sudah ditandatangani lebih dari 300.000 orang.
"Perempuan seharusnya tidak didiskriminasi dalam keperluan pribadinya."
Studi Nielsen di 2011 menemukan bahwa hanya 12 persen dari perempuan India menggunakan pembalut. Di mana, di tahun yang sama, jumlah total penduduk India mencapai 1,21 miliar.
Baca juga:
Pemilik kendaraan di Purbalingga menunggak pajak hingga Rp 5,2 M
Punya EITI, pemerintah yakin bisa cegah potensi pendapatan hilang
Angka sengketa terus naik, reformasi pajak mendesak dilakukan
Kasus pajak kembali mengemuka, Ronaldo segera dituntut?
Menkeu optimis tax ratio di 2018 capai 12 persen
Salahgunakan informasi rekening wajib pajak, pegawai DJP dipidana
Darmin: Tarik dana karena takut diintip, mau taruh uang di lemari?