Belajar dari krisis 1998, Wapres JK ingin UMKM terus berkembang
JK kembali mendesak agar suku bunga kredit untuk UMKM diturunkan.
Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) meresmikan OJK International Center for Micro Finance and Financial Inclusion (OJK-PROKSI) di Hotel Sahid, Jakarta. Hadir dalam acara tersebut Ketua Dewan Komisioner OJK Muliaman D. Hadad, Wakil Ketua Dewan Komisioner OJK Rahmat Waluyanto, dan Wakil Menteri Keuangan Mardiasmo serta anggota Dewan Komisioner OJK.
Dalam pidatonya, JK mengingatkan kembali kondisi Indonesia pada masa krisis ekonomi tahun 1998. Saat itu, banyak perusahaan besar tidak mampu bertahan menghadapi krisis. Di tengah kacaunya kondisi saat itu, sektor Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) justru yang paling bisa bertahan menghadapi krisis.
"Pengalaman kita dalam krisis 1998, maka terjadi penurunan yang bertahan adalah justru banyak yang kembali ke usaha-usaha kecil menengah yang dapat menghidupi banyak orang dengan mudah, banyak hal usaha kecil sampai kafe-kafe tenda para artis pun turun untuk bekerja lebih bawah agar dapat hidup bersama. Itu semua dapat menyelamatkan situasi," kata JK di Hotel Sahid, Jakarta Pusat, Selasa (15/3).
Saat ini pun, kondisi perekonomian global sedang tidak menentu. Belajar dari pengalaman krisis 1998, pemerintah mendorong sektor UMKM untuk terus berkembang.
Salah satu upaya yang sedang gencar dilakukan pemerintah adalah menggandeng Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Bank Indonesia (BI) dan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) untuk menciptakan kondisi yang bisa mengerek penurunan suku bunga perbankan, utamanya untuk suku bunga kredit UMKM.
"Karena itu lah pemerintah mempunyai tekad bahwa haruslah usaha kecil bunganya lebih rendah dari usaha besar, supaya baru timbul keadilan," tutur JK.
Baca juga:
JK minta akses perbankan untuk sektor usaha mikro dipermudah
Indonesia posisi 3 besar pemilik penduduk tak terakses jasa keuangan
BI latih wirausahawan manajemen keuangan agar bisa peroleh KUR
OJK dorong peran BPR genjot perekonomian daerah pelosok
Pemerintah tunjuk dua koperasi salurkan KUR
Dua bulan awal 2016, BRI salurkan KUR Rp 16,7 triliun