BI latih wirausahawan manajemen keuangan agar bisa peroleh KUR
Merdeka.com - Kepala Departemen Pengembangan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) Bank Indonesia (BI) Yunita Resmi Sari mengatakan pihaknya tengah melakukan pengembangan sektor pertanian guna menekan inflasi di Indonesia. Salah satu cara di antaranya kegiatan bantuan teknis berupa pelatihan manajemen keuangan.
Menurutnya, pelatihan ini berguna agar para wirausahawan mampu memenuhi kebutuhannya dalam mengembangkan usahanya, salah satunya dalam pemenuhan kebutuhan pendanaan.
"Memang pada akhirnya ketika kita meningkatkan produksi perlu ekspansi usaha perlu ada tambahan biaya. Maka kita mendorong akses keuangan sektor formal melalui edukasi pengelolaan keuangan, dan mencatat transaksi keuangan. Sehingga terbentuk suatu laporan keuangan yang proper yang bisa mereka bawa untuk minta kredit," kata Yunita di Sabisa Farm IPB, Bogor, Jumat (11/3).
Selain itu, BI juga telah bekerjasama dengan Kementerian Agraria dan Tata Ruang guna mempercepat sertifikasi hak atas tanah. Terutama dalam memfasilitasi pemanfaatan sertifikasi lahan pelaku UKM khususnya untuk mempermudah akses kepada pembiayaan.
"Sehingga mereka punya agunan untuk bisa mengajukan proposal. Selain itu kita memertemukan secara fisik, bank itu sebenarnya tahu UKM ini binaan pemerintah daerah atau BI. Sehingga akan dijaga mereka jadi tau resikonya agak termitigasi," imbuhnya.
Yunita mengapresiasi langkah pemerintah mengusulkan dua koperasi yakni Koperasi Sidogiri di Pasuruan dan Koperasi Kospin Jasa Pekalongan untuk menyalurkan Kredit Usaha Rakyat (KUR). Menurutnya, hal ini bisa membantu pemerintah guna mencapai target penyerapan KUR sebesar Rp 100 triliun pada tahun ini.
"Namun jangan sampai dilupakan prudensial governance-nya. Saya percaya kalau Pak Puspayoga sudah menyampaikan itu pasti koperasinya sudah yang paling bagus dan kalau tidak salah sudah ada rating koperasi," tutupnya.
(mdk/bim)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya