Belajar dari Brexit, mendag harap Asean tak menjadi proyek elit
"Saya khawatir ada semacam bahaya bahwa Asean menjadi proyek elit."
Brexit atau keluarnya Inggris Raya dari keanggotaan Uni Eropa harus menjadi peringatan untuk Asean. Dimana, Asean kudu membuat perjanjian dagang yang sesuai dengan kebutuhan warganya, bukan sekedar proyek 'menara gading'.
"Saya khawatir ada semacam bahaya bahwa Asean menjadi proyek elit dan kami tidak menghabiskan cukup waktu, uang, dan upaya untuk menyosialisasikannya kepada masyarakat," kata Menteri Perdagangan Thomas Lembong kepada Bloomberg, Senin (4/7).
Secara filosofi, lanjutnya, Brexit harus menjadi wake-up call menteri perdagangan Asean untuk membuat perjanjian kerja sama ekonomi, perdagangan, dan regulasi pro-rakyat.
"Dan menghasilkan manfaat untuk masyarakat pekerja dan rentan miskin."
Ketimbang Uni Eropa, Asean dinilai lebih lama mengalami penderitaan. Ini lantaran kerap dikritik lambat dalam mengintegrasikan ekonomi dan mengurai hambatan logistik.
Namun, dengan memiliki tahapan pengintegrasian yang tak kaku, dan menghindari mengambil keputusan terhadap isu berpotensi menimbulkan konflik. Maka, persatuan Asean diperkirakan bisa terjaga.
Baca juga:
Rebutan posisi PM Inggris pasca-Brexit mirip 'Game of Thrones'
5 Peramal dengan prediksi paling akurat sedunia
Brexit sudah diprediksi sejak lama oleh peramal buta Bulgaria
Mendag pastikan Brexit tak pengaruhi perundingan CEPA RI-Uni Eropa
Lebih dari 1 juta orang menyesal sumbangkan suara untuk Brexit
5 untung rugi ekonomi Indonesia saat Inggris minggat dari Uni Eropa