BEI soal mezanin roboh: Kecelakaan tidak bisa tak terjadi meski di gedung megah
Direktur Penilaian Perusahaan Bursa Efek Indonesia (BEI), Samsul Hidayat, menyatakan kejadian robohnya mezanin gedung BEI ialah musibah. Namun, BEI tetap bertanggung jawab dengan menanggung seluruh biaya rumah sakit korban. Dia menuturkan, dari 97 korban yang terluka, 51 orang diantaranya masih dirawat di RS.
Direktur Penilaian Perusahaan Bursa Efek Indonesia (BEI), Samsul Hidayat, menyatakan kejadian robohnya mezanin gedung BEI ialah musibah. Namun, BEI tetap bertanggung jawab dengan menanggung seluruh biaya rumah sakit (RS) korban.
"Ini kecelakaan dan tentunya tidak ada yang memprediksi. Kejadian ini tidak bisa tak terjadi meski di gedung semegah ini kan. Ini murni kecelakaan," ujarnya di Gedung BEI, Jakarta, Selasa (16/1).
Saat ini, lanjutnya, BEI akan menanggung terlebih dulu biaya perawatan korban sembari berkoordinasi dengan pihak asuransi dan pengelola gedung. "Semua biaya dihandling oleh bursa terlebih dulu nanti kita akan bicara dengan pihak asuransi dan pihak gedung," katanya.
Dia menuturkan, dari 97 korban yang terluka, 51 orang diantaranya masih dirawat di RS. Sisanya sudah diperbolehkan untuk pulang.
"Dan dari 51 itu 26 harus dioperasi hari ini. Sisanya dirawat. Kami akan terus memperhatikan temen temen dari terutama mahasiswa," jelasnya.
Sejauh ini, pihaknya terus melakukan komunikasi dengan keluarga korban terkait dengan kondisi mereka. Tapi Samsul belum bisa menyebut berapa biaya yang dikeluarkan untuk pengobatan para korban.
Baca juga:
Pascainsiden selasar BEI ambruk, IHSG dibuka menguat
Ingat kejadian roboh mezanin, Direktur BEI mengaku nangis
Bersama anjing pelacak, polisi mulai Olah TKP di Gedung BEI
Mezanin BEI runtuh, PII desak pemerintah segera terbitkan PP Keinsinyuran
Pengelola pastikan insiden runtuhnya selasar tak ganggu aktivitas perdagangan di BEI
5 Korban runtuhnya selasar gedung BEI ambrol dipulangkan, 68 masih dirawat
Polisi bantah selasar BEI runtuh karena kerumunan mahasiswa selfie