Beda standar emisi, mobil mewah impor bisa berasap di Indonesia
"Mobil mewah impor tak sesuai dengan kondisi Indonesia, karena standar emisinya sudah euro 6," ujar Putu.
Pemerintah menyambut baik langkah Mercedes-Benz memproduksi tipe GLC di Tanah Air. Diharapkan, produksi ini menekan impor kendaraan mewah.
Demikian diungkapkan Direktur Jenderal Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi, dan Elektronika Kementerian Perindustrian I Gusti Putu Suryawiran di Wanaherang Plant, Gunung Putri, Bogor, Selasa (24/5).
Putu menghadiri peluncuran produksi perdana Mercedes-Benz GLC di pabrik penghasil kendaraan premium tersebut.
"Mobil mewah impor tak sesuai dengan kondisi Indonesia, karena standar emisinya sudah euro 6. Sementara Indonesia masih euro 2, jadi kalau dipakai di sini baru satu kilometer sudah berasap," kata Putu.
Selain itu, Putu juga berharap Mercedes-Benz bisa lebih memenuhi keinginan konsumen Indonesia. Di mana, konsumen Tanah Air lebih menyukai kendaraan dengan daya tampung besar.
"Kondisi jalan dan demand di Indonesia berbeda dengan di Eropa. Umumnya, di sana satu orang satu mobil, sementara di Indonesia satu mobil bisa tujuh orang. Makanya mobil seven seater menjadi terkenal di Indonesia," jelas Putu.
Menurut dia, Indonesia merupakan pasar mobil terbesar di Asia Tenggara. Itu belum bisa diimbangi dengan kapasitas produksi mobil di dalam negeri.
"Produksi mobil di Indonesia kalah ketimbang Thailand. Namun, Indonesia memiliki pasar otomotif terbesar di ASEAN. Penjualan mobil di Indonesia sekitar satu juta unit per tahun. Sementara, Thailand hanya 600.000," jelas dia.
Mercedes-Benz GLC adalah produk keenam yang diproduksi di Wanaherang Plant. Sebelum itu, ada Mercedes-Benz C-Class, E-Class, S-Class, GLE, dan GLC C-Class.
Mercedes-Benz mendirikan Wanaherang Plant di Kecamatan Gunung Putri, Kabupaten Bogor, pada 1978. Pabrik seluas 42 hektar tersebut dilengkapi dengan pusat persiapan dan logistik terpadu untuk kendaraan rakitan lokal dan Completely Built-Up (CBU).
Baca juga:
Pemerintah harap Mercy terlibat program mobil rendah emisi
Pabrik di Bogor mulai produksi Mercedes Benz GLC
Punya store terbesar di dunia, penjualan Ducati Indonesia lesu
Genjot produksi LED TV, Sharp Indonesia berniat pekerjakan robot
Kemenperin gandeng badan khusus PBB genjot industri nasional
Menperin: 70 persen industri di Indonesia masih impor bahan baku