Batam Targetkan Batam International Sea Eagle Boat Race Jadi Ajang Kelas Dunia
Pemerintah Kota Batam berambisi menjadikan Batam International Sea Eagle Boat Race sebagai event global mulai tahun 2025, membangkitkan olahraga tradisional dan ekonomi lokal.
Pemerintah Kota Batam, Kepulauan Riau (Kepri), memiliki target ambisius untuk ajang Batam International Sea Eagle Boat Race. Lomba tradisional perahu ‘elang-elang laut’ khas Pulau Belakangpadang ini diharapkan mampu menjadi event bertaraf internasional mulai tahun depan, menandai kebangkitan kembali olahraga bahari yang telah lama vakum.
Sekretaris Daerah Kota Batam, Firmansyah, menegaskan bahwa pemerintah melihat potensi besar dari kebangkitan olahraga tradisional tersebut. Setelah absen selama lebih dari satu dekade, inisiatif ini diharapkan tidak hanya melahirkan atlet baru tetapi juga mendorong pertumbuhan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di wilayah setempat.
Dukungan penuh dari Dinas Kebudayaan serta Pemerintah Provinsi Kepri semakin memperkuat rencana pengembangan lomba ini. Dengan demikian, Batam International Sea Eagle Boat Race diproyeksikan menjadi agenda tahunan penting yang mampu menarik perhatian dari berbagai penjuru, baik nasional maupun internasional.
Kebangkitan Olahraga Tradisional dan Potensi Ekonomi
Ajang Batam International Sea Eagle Boat Race kembali digelar setelah vakum selama 12 tahun, sebuah langkah strategis dari Pemerintah Kota Batam. Firmansyah menyatakan, “Kegiatan ini sudah lama tidak kita laksanakan, kurang lebih 12 tahun. Tahun 2025 ini kita aktifkan kembali karena sangat positif, bukan hanya untuk mencari bibit atlet, tapi juga untuk menumbuhkembangkan UMKM.” Pernyataan ini menunjukkan komitmen pemerintah terhadap pelestarian budaya dan pengembangan ekonomi.
Revitalisasi lomba perahu tradisional ini diharapkan memberikan dampak positif ganda. Selain sebagai wadah pencarian bakat atlet dayung, kegiatan ini juga menjadi motor penggerak ekonomi lokal. UMKM di sekitar Pulau Belakangpadang akan mendapatkan kesempatan untuk memasarkan produk dan jasa mereka kepada peserta serta pengunjung.
Dinas Kebudayaan Batam diinstruksikan untuk menjadikan Batam International Sea Eagle Boat Race sebagai agenda tahunan yang berkelanjutan. Dukungan dari pemerintah provinsi juga menjadi kunci dalam memastikan keberlanjutan dan peningkatan skala acara. Hal ini menunjukkan sinergi antara berbagai pihak untuk mencapai tujuan bersama.
Menuju Kancah Internasional: Partisipasi dan Daya Tarik Wisata
Target menjadikan Batam International Sea Eagle Boat Race sebagai ajang internasional bukan tanpa dasar. Saat ini, jumlah peserta mencapai 30 tim, dan ke depan diharapkan bisa lebih banyak lagi, tidak hanya dari Indonesia tetapi juga dari luar negeri. Firmansyah menekankan, “Sekarang pesertanya 30 tim. Ke depan kita ingin lebih banyak lagi, bukan hanya dari Indonesia, bahkan dari luar negeri. Pemerintah harus mempersiapkan diri dari jauh-jauh hari.”
Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Batam, Ardiwinata, menambahkan bahwa edisi tahun ini telah menarik perhatian dari berbagai daerah dan negara. “Pesertanya sekitar 30 tim. Ada dari Jawa Barat, Pekanbaru, Kolaka Sulawesi Tenggara, Tanjungpinang, dan tim lokal Belakangpadang. Juga kami mendapat atensi dari negara tetangga, ada yang dari Johor dan Terengganu Malaysia hadir di Batam,” jelas Ardiwinata.
Kehadiran peserta dan peninjau dari luar negeri menunjukkan potensi besar Batam International Sea Eagle Boat Race untuk mendunia. Ajang ini tidak hanya menggerakkan komunitas olahraga tradisional, tetapi juga berkontribusi signifikan dalam mendongkrak kunjungan wisatawan ke Pulau Belakangpadang. Pulau penyangga ini akan semakin dikenal sebagai destinasi wisata olahraga bahari yang unik dan menarik.
Dengan momentum kebangkitan ini, Pemerintah Kota Batam berharap Batam International Sea Eagle Boat Race mampu menjadi ikon baru wisata olahraga laut. Ini sekaligus memperkuat citra Batam di tingkat regional dan internasional sebagai kota yang kaya akan budaya dan potensi pariwisata.
Sumber: AntaraNews