Bantah Isu Merger, Grab Tegaskan Tak Ada Pembicaraan Sama Sekali dengan GoTo
Grab menekankan bahwa setiap aksi korporasi dilakukan dengan pendekatan yang hati-hati dan selektif.
Grab Indonesia akhirnya angkat bicara soal rumor yang beredar luas mengenai rencana merger dengan PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk. Dalam pernyataan resmi yang disampaikan Grab Holdings Ltd kepada otoritas pasar modal Amerika Serikat (AS), perusahaan menegaskan bahwa tidak ada pembicaraan apapun terkait merger antara kedua raksasa teknologi tersebut.
"Grab tidak sedang terlibat dalam diskusi apa pun dengan GoTo terkait potensi merger," tegas manajemen Grab Holdings dalam acara temu media di Restoran Kembang Goela, Jakarta, dikutip Sabtu (14/6).
Grab menekankan bahwa setiap aksi korporasi dilakukan dengan pendekatan yang hati-hati dan selektif, termasuk dalam hal pengembangan investasi. Perusahaan menyatakan tetap fokus pada strategi pertumbuhan organik yang menguntungkan serta peluang investasi anorganik yang sangat terpilih.
"Kami memiliki pendekatan seimbang dalam berinvestasi, dan Indonesia tetap menjadi pasar yang sangat penting bagi kami. Kami terus mengamati kebutuhan pelanggan, mitra pengemudi, dan mitra dagang kami di Indonesia," ujar perwakilan manajemen Grab.
Grab berharap klarifikasi ini dapat meredam spekulasi yang beredar bisa diredam. Fokus perusahaan saat ini memastikan aksi korporasi dilakukan secara berhati-hati untuk menjaga kelangsungan bisnis di pasar Indonesia.
Merger Grab dan Gojek Menguat, Pengemudi Ojol Cemas Pendapatan Anjlok
Sebelumnya, Merger dua platform ojek online (ojol) terbesar di Indonesia kembali muncul ke permukaan. Rencana merger Grab dan Gojek ini dikhawatirkan menggerus pendapatan mitra pengemudi ojol.
Ramai diperbincangkan kalau Grab berencana mengakuisisi PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk, entitas induk dari Gojek. Ketua Umum Serikat Pekerja Angkutan Indonesia (SPAI) Lily Pujiati khawatir pendapatan pengemudi ojol berkurang.
Dia menjelaskan, saat ini banyak yang menggunakan dua aplikasi, baik Grab dan Gojek untuk mencari pesanan. Jika merger, otomatis hal itu tak lagi bisa dilakukan.
Saat ini saja, pendapatan ojol berkisar Rp50.000 hingga Rp100.000 per hari. Angka ini belum menghitung biaya bensin, pulsa, paket data, parkir, hingga pembelian suku cadang.
Lily lantas mengulas kembali perbedaan yang terjadi usai merger Gojek dan Tokopedia. Pasca merger, dia mencatat pengemudi ojol kehilangan jumlah insentif saat mengambil pesanan GoSend Sameday.