Bank Mandiri Raup Untung Rp37,7 Triliun Hingga Kuartal III 2025
Secara keseluruhan, total pendapatan Bank Mandiri di kuartal III 2025 tumbuh sebesar 4,79 persen year on year hingga mencapai Rp112 triliun.
PT Bank Mandiri Mandiri (Persero) Tbk mencatatkan laba bersih senilai Rp37,7 triliun pada kuartal III 2025. Pencapaian itu disokong oleh pendapatan bunga bersih maupun non bunga yang saling tumbuh.
Direktur Finance & Strategy Bank Mandiri, Novita Widya Anggraini melaporkan, bank berkode emiten BMRI ini meraup pertumbuhan pendapatan bunga bersih sebesar 4,9 persen secara tahunan (YoY), mencapai Rp78,3 triliun.
"Dengan pendapatan non bunga tumbuh 7,97 persen year on year atau mencapai Rp33,2 triliun," jelas Novita dalam paparan kinerja Kuartal III 2025 Bank Mandiri secara virtual, Senin (27/10).
Secara keseluruhan, total pendapatan Bank Mandiri di kuartal III 2025 tumbuh sebesar 4,79 persen year on year hingga mencapai Rp112 triliun.
Hingga akhir September 2025, total aset konsolidasi Bank Mandiri juga turut meningkat dan mencapai Rp2.563 triliun, naik 10,3 persen secara tahunan.
"Hingga triwulan III 2025, Bank Mandiri mencatatkan PPOP (pendapatan operasional sebelum menghitung kerugian) sebesar Rp61,9 triliun. Dengan laba bersih sebesar Rp37,7 triliun dan total aset mencapai Rp2.563 triliun," terang Novita.
Salurkan Kredit Rp1.764,3 Triliun
Bank Mandiri juga mencatat penyaluran kredit konsolidasi mencapai Rp1.764,32 triliun, tumbuh 10,3 persen secara tahunan. Jumlah itu juga lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan kredit industri perbankan nasional yang tercatat sebesar 7,70 persen YoY menurut data Bank Indonesia (BI).
Pada akhir September 2025, rasio kredit bermasalah alias non performing loan (NPL) gross bank only tercatat 1,03 persen. Dengan rasio pencadangan atau coverage ratio tetap terjaga pada level 271 persen.
Dari sisi pendanaan, dana pihak ketiga (DPK) Bank Mandiri tumbuh 13 persen (YoY) menjadi Rp1.884 triliun hingga akhir kuartal III 2025. Komposisi CASA tetap dominan sebesar 69,3 persen.