Bank Kalsel Berencana Melantai di Bursa Saham Pada 2020
Kemungkinan bagi Bank Kalsel untuk merealisasikan IPO ialah paling lambat pada tahun 2020. Itu disebabkan direksi perlu membahas lebih lanjut rencana itu dengan para pemegang saham.
Wakil Gubernur Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) Rudy Resnawan memberi sinyal bahwa Bank Pembangunan Daerah (BPD) Kalimantan Selatan akan mencatatkan saham perdananya atau initial public offering (IPO) pada tahun 2020.
"Iya, Bank Kalsel siap untuk mencatatkan saham perdana atau go public," ujarnya saat menyambangi BEI, Jumat (15/2).
Kemungkinan bagi Bank Kalsel untuk merealisasikan IPO ialah paling lambat pada tahun 2020. Itu disebabkan direksi perlu membahas lebih lanjut rencana itu dengan para pemegang saham.
"Mudah-mudahan paling lambat tahun depan. Dibahas sedemikian rupa dulu, dengan para pemegang saham untuk bisa go publik," ujarnya.
Sebagai informasi saja, Bank Pembangunan Daerah Kalimantan Selatan didirikan pada tanggal 25 Maret 1964.
Adapun tujuan pendirian Bank BPD Kalsel adalah untuk membantu dan mendorong pertumbuhan perekonomian dan pembangunan daerah serta sebagai salah satu sumber Pendapatan Asli Daerah dalam rangka meningkatkan taraf hidup rakyat melalui kegiatan usaha perbankan berdasarkan prinsip konvensional maupun syariah.
Reporter: Bawono Yadika
Sumber: Liputan6.com
Baca juga:
BEI Dorong Pemda Terbitkan Obligasi Daerah Guna Genjot Pembangunan
Sepanjang 2018, BNI Syariah Cetak Laba Rp 416,08 Miliar
BEI Catat Investor Saham Baru Capai 23.199 di Januari 2019, Naik 2 Kali Lipat
KSEI Ungkap Keunggulan Investasi Saham Syariah yang Makin Digemari Investor
BEI Targetkan Investor Saham Semester I 2019 Capai 1 Juta SID
Awal Pekan, Aksi Ambil Untung di Pasar Global Diprediksi Bakal Tekan IHSG