LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. UANG

Bank Indonesia Ungkap Penyebab Penguatan Rupiah

Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI), Dody Budi Waluyo menyambut baik kinerja nominal mata uang Garuda yang terus menunjukan penguatan terhadap Dolar Amerika Serikat (USD). Menurutnya, trend positif di awal tahun ini tidak terlepas dari faktor eksternal dan juga dalam negeri.

2019-01-11 14:56:43
Bank Indonesia
Advertisement

Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI), Dody Budi Waluyo menyambut baik kinerja nominal mata uang Garuda yang terus menunjukan penguatan terhadap Dolar Amerika Serikat (USD). Menurutnya, trend positif di awal tahun ini tidak terlepas dari faktor eksternal dan juga dalam negeri.

"Kinerja rupiah baik ya, bagus ya. Gambaran positif membuat rupiahnya sendiri kalau kita lihat mengalami apresiasi year to date (ytd) 1.8 persen," kata Dody saat ditemui di Kompleks Masjid BI, Jakarta, Jumat (11/1).

Dody mengatakan, apabila melihat dari sisi eksternal gambaran global cukup baik. Hal ini dapat dilihat dari perang dagang antara Amerika Serikat dan China mampu diantisipasi bahkan menghasilkan keputusan yang positif bagi pasar.

Advertisement

Di samping itu, keputusan Bank Sentral AS dalam menimbang kenaikan suku bunga juga cukup menenangkan pasar keuangan secara keseluruhan. "Kenaikan suku bunga AS kemungkinan masih akan terjadi. Akan tetapi secara frekuensi mungkin lebih kecil dari pada dugaan di awal tahun 2019.

Sementara itu, dari sisi domestik sendiri penguatan Rupiah didongkrak dari aliran modal masuk asing yang masih cukup besar. Berdasarkan catatan BI, aliran modal asing masuk sampai dengan minggu pertama mencapai Rp 6,8 triliun.

"Kalau kita lihat inflownya sendiri netto sampai dengan minggu pertama Rp 6,8 triliun ekuivalen, masuk melalui SBN, saham, obligasi, korporasi dan SBN syariah," katanya.

Advertisement

Dody berharap dukungan dari domestik ekonomi juya akan memberikan positif ke sentimen pasar. "Itu yang kita harapkan karena kalau kita lhat perekonomian domestik angka cadangan devisa yang terus membaik angka inflasi yang turun mudah-mudahan angka pertumbuhan ekonomi di kuartal keempat nanti Februari akan keluar angkanya juga cukup baik. Indikator awal konsumsinya survei kenunjukkan masih cukup posotif pertumbuhan," bebernya.

Seperti diketahui, Nilai tukar Rupiah terhadap Dolar Amerika Serikat (USD) bergerak fluktuatif di perdagangan hari ini, Jumat (11/1). Pagi ini, Rupiah dibuka di level Rp 14.073 per USD atau melemah tipis dibanding penutupan perdagangan kemarin di Rp 14.052 per USD.

Mengutip data Bloomberg, Rupiah meneruskan pelemahannya usai pembukaan ke level Rp 14.084, namun kemudian menguat kembali hingga sentuh level Rp 14.045 per USD. Rupiah pun kembali melemah dan saat ini nilai tukar berada di Rp 14.060 per USD.

Baca juga:
Rupiah Masih Perkasa di Level Rp 14.045 per USD
BI: Rupiah Masih Terlalu Murah, Masih Ada Peluang Menguat
BI: Masyarakat Sudah Terbiasa dengan Pergerakan Nilai Tukar Rupiah
Nilai Tukar Rupiah Bertahan di Zona Hijau
BCA: Tak Masalah Nilai Rupiah Naik Turun, Asal Tidak Gila-gilaan
Rupiah Dibuka Menguat di level Rp 14.048 per USD

(mdk/azz)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.