BI: Rupiah Masih Terlalu Murah, Masih Ada Peluang Menguat
Merdeka.com - Nilai tukar Rupiah terhadap Dolar Amerika Serikat (USD) terus bergerak menguat. Seperti pada catatan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor), Rupiah pada hari ini berada di posisi 14.093 per USD.
Direktur Eksekutif Kepala Departemen Pengelolaan Moneter Bank Indonesia, Nanang Hendarsah mengakui bahwa kurs tersebut masih terlalu murah atau undervalue. Dia berpendapat, kondisi fundamental ekonomi nasional saat ini masih berpotensi untuk mendorong Rupiah mencapai level nilai tukar yang lebih baik lagi dalam beberapa waktu ke depan.
"Pak Perry (Wardjiyo, Gubernur Bank Indonesia) bilang Rupiah masih undervalue. Jadi ada peluang masih bisa menguat," ucap dia di Jakarta, Kamis (10/1).
Agar penguatan bisa terus terjaga, Nanang beranggapan Rupiah ini semestinya berjalan perlahan namun pasti, dari pada meninggi drastis tapi selanjutnya terjatuh. "Tapi lebih baik menguatnya lebih smooth, tidak menguat tajam kemudian ada bouncing," ujar dia.
Namun, Bank Indonesia tidak menetapkan target level angka rupiah, melainkan hanya memantau stabilitas pergerakan nilai tukarnya dan menyerahkannya kepada mekanisme pasar.
Tapi, dia menegaskan, Bank Indonesia siap untuk melakukan intervensi jika kurs Rupiah bergerak terlalu liar. "Kami bakal intervensi kalau ada outflow (arus modal keluar) asing yang mempengaruhi outflow Rupiah," tegasnya.
Reporter: Maulandy Rizky Bayu Kencana
Sumber: Liputan6.com
(mdk/idr)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya