Bank Indonesia Ajak Warga Kenali Ciri Uang Palsu, Begini Caranya
Bank Indonesia meminta masyarakat waspada terhadap uang palsu dan mengenali keaslian rupiah melalui metode 3D: dilihat, diraba, diterawang.
Bank Indonesia (BI) mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap peredaran uang palsu di tengah aktivitas transaksi tunai yang masih tinggi.
Deputi Gubernur BI, Ricky P. Gozali mengatakan masyarakat perlu memahami cara membedakan uang rupiah asli dan palsu melalui metode 3D, yakni dilihat, diraba, dan diterawang.
“Dapat kami sampaikan juga bahwa berdasarkan penelitian kami terhadap temuan uang palsu, kualitas uang palsu yang diproduksi selama ini relatif sangat rendah, dan harapan kami dapat diidentifikasi dengan mudah oleh masyarakat melalui metode 3D, Dilihat, Diraba, Diterawang,” kata Ricky dalam konferensi pers pemusnahan rupiah palsu di Kompleks BI, Rabu (13/5/2026) dikutip dari Liputan6.
Menurutnya, peran masyarakat menjadi faktor penting dalam mencegah peredaran uang palsu di Indonesia.
Karena itu, BI terus menggencarkan kampanye Cinta, Bangga, Paham Rupiah agar masyarakat semakin memahami ciri keaslian uang rupiah.
Masyarakat Diminta Rawat Uang Rupiah
Selain mengidentifikasi uang palsu, BI juga meminta masyarakat menjaga kondisi fisik uang rupiah agar ciri keasliannya tetap mudah dikenali.
Ricky mengingatkan masyarakat menerapkan prinsip “5 Jangan” dalam merawat uang rupiah.
“Kami juga mengimbau masyarakat untuk senantiasa merawat uang Rupiah dengan baik agar tetap mudah dikenali keasliannya. Rawat Rupiah dengan menerapkan 5 Jangan: Jangan Dilipat, Jangan Dicoret, Jangan Distapler, Jangan Diremas, dan Jangan Dibasahi,” ujarnya.
Ia menambahkan, uang rupiah Indonesia termasuk salah satu mata uang dengan tingkat keamanan terbaik di dunia.
Ricky mencontohkan uang rupiah tahun emisi 2022 yang mendapat penghargaan internasional dalam ajang IACA Currency Awards 2023.
“Penghargaan untuk Uang Rupiah kertas pecahan Rp 50.000 TE 2022 pada bulan November 2024 yang meraih peringkat ke-2 dunia untuk pecahan yang paling aman dan yang paling sulit dipalsukan di dunia (World’s Most Secure Currencies) dengan 17 unsur pengaman canggih versi BestBrokers,” jelas dia.
Temuan Uang Palsu Terus Menurun
BI juga mencatat jumlah temuan uang palsu di Indonesia menunjukkan tren penurunan dalam beberapa tahun terakhir.
Menurut Ricky, pada 2023 jumlah temuan uang palsu mencapai 5 pieces per million (ppm), atau lima lembar uang palsu dalam setiap satu juta lembar uang yang beredar.
Angka tersebut terus menurun hingga mendekati 1 ppm pada April 2026.
“Jadi, dari 5 ppm, piece per million atau 5 lembar dalam per 1 juta uang beredar, itu turun sekarang hingga mendekati 1, sampai tahun 2025. Jadi setiap 1 juta yang beredar, itu ditemukan satu uang palsu, itu luar biasa. Itu tidak lain adalah capaian ini tidak lepas dari sinergi dan koordinasi yang erat dari berbagai unsur,” kata Ricky.