Bank BRI Siapkan Anggaran Rp2,5 Triliun untuk Buyback Saham
Dari total anggaran Rp3 triliun yang ada, BBRI masih memiliki Rp2,5 triliun untuk melakukan buyback saham.
PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI siap melakukan aksi beli kembali saham atau buyback, sebagai respons terhadap pergerakan harga saham BBRI yang berada di bawah nilai intrinsik.
Direktur Finance & Strategy BRI, Viviana Dyah Ayu Retno Kumalasari mengatakan, pihaknya telah memperoleh persetujuan untuk melakukan buyback dalam periode 12 bulan sejak rapat umum pemegang saham (RUPS) Tahunan per 24 Maret 2025.
Dari total anggaran Rp3 triliun yang ada, BBRI masih memiliki Rp2,5 triliun untuk melakukan buyback saham.
"Kami memperoleh budget kurang lebih sekitar Rp3 triliun, dan saat ini kami masih memiliki budget sekitar Rp2,5 triliun yang tentunya dapat kami pakai, sesegera mungkin," kata Vivi dalam konferensi pers Laporan Kinerja Keuangan BBRI Triwulan III 2025, Kamis (30/10).
Vivi tidak memungkiri, pergerakan saham BBRI saat ini memang tengah undervalued. Oleh karenanya, aksi buyback jadi salah satu opsi kuat yang dipertimbangkan pihak manajemen.
"Tentunya kami akan berkoordinasi dengan OJK terkait dengan keterbukaan informasi sebagaimana ketahuan yang berlaku," ujar dia.
Asing Lepas Saham BBRI
Beberapa waktu terakhir, saham BBRI terpantau mengalami tekanan jual dari investor asing. Saham BBRI dilego dengan nilai signifikan, menjadikannya salah satu emiten yang paling banyak dijual selama periode 23-27 September 2024.
Merujuk data RTI, asing mencatatkan net sell pada saham BBRI senilai Rp3,5 triliun dalam sepekan. Dari sisi pergerakan sahamnya, BBRI ditutup naik 0,99 persen ke posisi 5.100 pada Jumat (27/9). Dalam sepekan, BBRI turun 5,12 persen dan turun 10,92 persen ytd.
Pengamat pasar modal Teguh Hidayat meyakini aksi jual asing ini hanya sementara. Ke depannya, Teguh memperkirakan investor asing akan kembali ke pasar RI, terutama jika suku bunga baik oleh The Fed maupun Bank Indonesia (BI) kembali turun.
"Di luar aksi jual asing terhadap saham BBRI dalam seminggu terakhir, di sepanjang tahun 2024 ini asing secara keseluruhan memang mencatat net sell Rp 17,8 triliun di BBRI, di mana penulis melihat itu simply karena posisi BBRI sebagai saham terbesar kedua di BEI setelah BBCA, tergeser ke posisi lima oleh BREN, AMMN, dan TPIA," ulas Teguh beberapa waktu lalu.
Market Cap Jadi Pertimbangan Asing
Menurut dia, asing cenderung melakukan aksi beli pada tiga saham yang menyalip BBRI itu. Pertimbangannya, yakni dari sisi kapitalisasi pasar atau market cap. Selain itu, BREN juga sempat masuk indeks FTSE, menjadi pertimbangan investor asing untuk memburu sahamnya.
Meski begitu, ada hikmah di balik aksi jual oleh asing, yakni valuasi saham BBRI menjadi atraktif lagi, sementara kinerjanya dinilai masih baik dan prospek cerah seiring penurunan suku bunga. Sehingga, meski asing ramai-ramai keluar dari RI, Teguh mengatakan mereka akan segera menyadari bahwa tidak semua saham big caps di BEI bermasalah.
"Jadi malah sejatinya ada lebih banyak saham yang bagus dan juga undervalue, salah satunya ya BBRI ini. Dan dengan sekarang BREN dkk sudah tidak lagi masuk radar investor asing, maka cepat atau lambat mereka akan masuk lagi ke BBRI dkk," kata Teguh.