LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. UANG

Bandeng Asap Asal Sidoarjo Bakal Tembus Pasar Uni Eropa

Bandeng asap khas Sidoarjo siap masuk pasar Uni Eropa secara gratis setelah komoditas tersebut memperoleh kategori produk Indikasi Geografis (IG) dari Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (HAM).

2019-09-03 21:49:56
Produk Indonesia
Advertisement

Bandeng asap khas Sidoarjo siap masuk pasar Uni Eropa secara gratis setelah komoditas tersebut memperoleh kategori produk Indikasi Geografis (IG) dari Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (HAM).

Kepala Divisi Pelayanan Hukum dan HAM Kanwil Hukum dan HAM Jawa Timur, Hajerati mengatakan, Bandeng Asap Sidoarjo merupakan IG pertama Indonesia yang produknya berupa ikan bandeng sejak 2013.

"IG Bandeng Asap Sidoarjo juga sudah masuk dalam list IG Uni Eropa," katanya saat memberikan sambutan dalam kegiatan persiapan pengawasan produk IG di Aula Dinas Perikanan dan Kelautan Kabupaten Sidoarjo seperti dikutip dari Antara.

Advertisement

Dia mengatakan, untuk menjaga mutu produk, Ditjen KI akan melakukan pengawasan produk terdaftar secara berkala. "Promosi Bandeng Asap Sidoarjo (yang berlogo IG) di tingkat lokal masih kurang optimal, jadi kami harus dorong agar bisa menjadi kekuatan di dunia internasional," katanya.

Sementara itu, Kasi Pemantauan dan Pengawasan Indikasi Geografis Ditjen KI, Gunawan mengungkapkan bahwa tujuan dari pengawasan yang dilakukan pihaknya adalah untuk menjamin tetap ada reputasi, kualitas dan karakteristik yang menjadi dasar diterbitkannya IG. "Juga untuk mencegah penggunaan IG secara tidak sah," katanya.

Pada kesempatan yang sama, Kabid Bina Usaha Perikanan Dinas Perikanan dan Kelautan Sidoarjo Septiwati Nugraheni mengungkapkan bahwa pengurus FKMT masih sama dengan buku deskripsi.

Advertisement

"Anggotanya terdiri dari pembudi daya 995 orang yang tergabung dalam 33 kelompok pembudi daya. Mereka tersebar di 8 kecamatan, yaitu Waru, Sedati, Jabon, Tanggulangin, Porong, Sidoarjo, Candi dan Buduran," katanya.

Baca juga:
PLN Dukung Kendaraan Listrik Buatan RI Jadi Tuan Rumah di Negeri Sendiri
Pasarkan Produk Lokal, Jokowi Minta Pengusaha Cari Tempat Strategis di Luar Negeri
Kunjungi Senayan City, Jokowi Minta Mal Tidak Dikuasai Produk Asing
Menengok Bisnis Madu Kele-Kele yang Menggiurkan di Jembrana Bali
RI Digempur Barang Impor, Jokowi Minta Ibu-Ibu Gunakan Merek Lokal
Menguak Rahasia Produk Bumbu Makanan RI Tembus Pasar Ekspor

(mdk/idr)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.