Bandara sempit, JK anggap wajar kasus salah antar penumpang
"nanti setelah terminal 3 diresmikan, sudah lebih baik lagi."
Wakil Presiden Jusuf Kalla menganggap wajar jika di Indonesia masih terjadi kasus salah antar penumpang di bandara. Mengingat, pertumbuhan industri penerbangan masih belum bisa diimbangi dengan pembangunan infrastruktur.
"Salah antar bukan hanya masalah Lion Air dan Air Asia, itu banyak masalahnya seperti itu. Itu kan hanya kekeliruan," kata JK di kantornya, Jakarta, Jumat (27/5).
Sekedar mengingatkan, penumpang Air Asia 509 yang terbang dari Singapura dan mendarat di Denpasar pada 16 Mei lalu salah diantar oleh petugas ground handling. Alih-alih mengantarkan ke terminal kedatangan internasional, pengemudi bus malah membawa penumpang ke terminal kedatangan domestik.
Sepekan sebelumnya, kesalahan serupa dilakukan oleh petugas ground handling PT Lion Group. Penumpang Lion Air JT 161 rute Singapura–Jakarta yang mendarat di Bandara Soekarno-Hatta diantar ke terminal I. Seharusnya, penumpang diantar ke terminal II karena harus melalui pemeriksaan imigrasi.
"Ini Akibat adanya ribuan penerbangan sedangkan Bandara Soekarno-Hatta kan sempit," kata JK.
Dia berharap, penambahan infrastruktur bandara bisa menekan berbagai macam kesalahan ground handling. Semisal, pembangunan terminal di Bandara Soekarno-Hatta.
"nanti setelah terminal 3 diresmikan, sudah lebih baik lagi," katanya.
"Kemudian harus dibangun lagi runway yang ketiga, baru bisa. kalau runway hanya dua, terminal itu hanya 1,2,3, dengan penerbangan yang begitu banyak, padat, bisa saja terjadi lagi keruwetan-keruwetan itu."
Baca juga:
DPR: Kasus Lion Air salah turunkan penumpang pertama di dunia
Pengemudi bus AirAsia salah turunkan penumpang tak punya SIM
Kemenhub terbitkan 13 rekomendasi investigasi Lior Air & AirAsia
DPR: Lion Air disanksi lapor Mabes Polri, masyarakat delay diam saja
5 maskapai tunda 421 penerbangan, termasuk Garuda Indonesia