Bandara Ngurah Rai Bali Kini Layani 42 Rute Internasional, Tambah Penerbangan ke China dan Korea!
Bandara I Gusti Ngurah Rai Denpasar, Bali, memperluas konektivitas globalnya dengan menambah layanan penerbangan internasional Bali ke China dan Korea Selatan, membuka peluang baru bagi wisatawan.
Manajemen Bandara I Gusti Ngurah Rai Denpasar, Bali, secara resmi mengumumkan penambahan layanan penerbangan internasional baru yang menghubungkan Pulau Dewata dengan dua negara Asia Timur, yaitu China dan Korea Selatan. Ekspansi ini bertujuan untuk memperkuat sektor pariwisata Bali yang terus bangkit pascapandemi. Langkah strategis ini diharapkan dapat meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan mancanegara ke destinasi favorit tersebut.
General Manager Bandara I Gusti Ngurah Rai, Ahmad Syaugi Shahab, menjelaskan bahwa dua maskapai internasional baru telah mulai beroperasi pekan ini untuk melayani rute-rute tersebut. Penambahan ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan bandara untuk menyediakan konektivitas yang lebih luas bagi para pelancong. Maskapai-maskapai ini akan membawa wisatawan langsung ke jantung pariwisata Indonesia, Bali.
Maskapai yang dimaksud adalah Sichuan Airlines yang akan menghubungkan Denpasar dengan Chengdu, serta T’Way Air yang melayani rute Denpasar ke Cheongju. Pembukaan rute-rute baru ini secara langsung membuka peluang signifikan bagi wisatawan dari China dan Korea Selatan untuk lebih mudah menikmati keindahan dan budaya Bali. Ini menandai babak baru dalam upaya promosi pariwisata regional.
Detail Rute Baru ke Korea Selatan
Maskapai T’way Air telah memulai penerbangan perdananya untuk rute Cheongju (CJJ) – Denpasar (DPS) pada Kamis, 25 September. Penerbangan dengan nomor TW157 tersebut mendarat di Bali pada pukul 23.54 Wita, membawa sejumlah penumpang yang antusias. Ini menandai kembalinya konektivitas langsung yang kuat antara Korea Selatan dan Bali.
Setelah tiba, pesawat T’way Air dengan nomor penerbangan TW158 kemudian kembali terbang menuju Cheongju pada Jumat, 26 September, pukul 01.09 Wita. Penerbangan kembali ini mengangkut 159 penumpang, menunjukkan adanya permintaan yang stabil. Rute ini akan beroperasi secara reguler dua kali seminggu, yaitu setiap hari Kamis dan Minggu, menggunakan pesawat Boeing 737 MAX 8.
“Rute ini akan dilayani secara reguler dua kali seminggu yakni pada hari Kamis dan Minggu, menggunakan pesawat Boeing 737 MAX 8,” ujar Ahmad Syaugi. Penambahan **penerbangan internasional Bali** ini diharapkan dapat memfasilitasi pertukaran budaya dan ekonomi antara kedua wilayah. Kehadiran T'way Air menjadi angin segar bagi industri pariwisata.
Pembukaan Rute Strategis ke China
Sementara itu, Sichuan Airlines juga telah mendarat untuk pertama kalinya di Pulau Bali pada Jumat, 26 September. Maskapai ini membawa 181 penumpang dari Bandara Internasional Tianfu, Chengdu (TFU), menuju Bandara I Gusti Ngurah Rai (DPS) dengan nomor penerbangan 3U3985. Kedatangan ini disambut baik sebagai penanda pemulihan pasar pariwisata China.
Pesawat tiba di Bali pada pukul 21.35 Wita, dan kemudian terbang kembali menuju Chengdu dengan nomor penerbangan 3U3986 pada pukul 22.58 Wita. Penerbangan kembali tersebut membawa 108 penumpang, menunjukkan minat yang berkelanjutan dari wisatawan China. Ahmad Syaugi menambahkan bahwa penerbangan ini dijadwalkan untuk beroperasi secara reguler setiap hari.
Pembukaan rute ini memiliki nilai strategis yang tinggi, mengingat China merupakan salah satu pasar utama pariwisata internasional Bali. Konektivitas langsung ini diharapkan dapat mempermudah akses bagi wisatawan China yang ingin berkunjung. Peningkatan frekuensi **penerbangan internasional Bali** dari dan ke China menjadi prioritas.
Dampak dan Komitmen Bandara Ngurah Rai
Ahmad Syaugi menyampaikan bahwa China selalu menjadi kontributor signifikan dalam jumlah kunjungan wisatawan mancanegara ke Bali. Data menunjukkan bahwa sepanjang tahun 2025 hingga bulan Agustus, pelayanan warga negara asing (WNA) China mencapai 393.825 orang. Angka ini menempatkan China sebagai peringkat ketiga kedatangan WNA terbanyak di Pulau Bali.
Dengan masuknya dua maskapai dan layanan penerbangan internasional ini, Bandara I Gusti Ngurah Rai kini tercatat melayani total 42 rute internasional dengan 47 maskapai. Ini menunjukkan pertumbuhan signifikan dalam konektivitas global bandara. Peningkatan jumlah rute dan maskapai ini memperkuat posisi Bali sebagai destinasi pariwisata dunia.
Penambahan dua rute baru ini semakin memperkuat komitmen pengelola bandara untuk menyediakan layanan terbaik. Manajemen bandara memastikan seluruh proses operasional berjalan lancar dan berkoordinasi dengan semua elemen terkait. Tujuannya adalah menjaga kualitas layanan di tengah meningkatnya lalu lintas **penerbangan internasional Bali**, demi kenyamanan dan keamanan penumpang.
Sumber: AntaraNews