Bali Gelar Jatiluwih Fun Run, Awali Rangkaian 100 Tahun Pariwisata Berkelanjutan
Pemerintah Provinsi Bali siapkan Jatiluwih Fun Run pada 20 Juni 2026 sebagai pembuka peringatan 100 tahun pariwisata Bali, menargetkan ribuan pelari dan wisatawan untuk promosi berkelanjutan.
Pemerintah Provinsi Bali akan menggelar ajang lari santai bertajuk Jatiluwih Fun Run pada 20 Juni 2026. Acara ini menjadi penanda dimulainya rangkaian peringatan 100 tahun pariwisata Bali yang akan jatuh pada tahun 2027. Inisiatif ini bertujuan untuk memperkuat promosi destinasi unggulan Pulau Dewata melalui perpaduan olahraga, budaya, dan pariwisata berkelanjutan.
Gubernur Bali, Wayan Koster, menyatakan bahwa agenda ini merupakan langkah strategis untuk menyongsong satu abad pariwisata Bali. Ia menekankan pentingnya menarik partisipasi wisatawan serta pelari dari luar Bali. Target ambisius 10.000 peserta diharapkan dapat tercapai melalui kolaborasi dengan berbagai pihak.
Ajang Jatiluwih Fun Run direncanakan berlangsung di kawasan Jatiluwih, sebuah situs warisan budaya dunia UNESCO. Lokasi ini terkenal dengan bentangan sawah ikoniknya yang menawarkan pemandangan alam memukau. Pendaftaran untuk kegiatan ini dijadwalkan akan dibuka pada bulan Mei 2026.
Jatiluwih Fun Run: Memadukan Olahraga dan Promosi Pariwisata Berkelas Dunia
Jatiluwih Fun Run tidak hanya sekadar ajang lari, namun juga sebuah platform promosi pariwisata berskala internasional. Ketua Association of The Indonesian Tours and Travel Agencies (Asita) Bali, I Putu Winastra, menjelaskan bahwa tema yang diusung adalah "The Journey Begins from Jatiluwih". Konsep ini dirancang sebagai titik awal untuk memperkenalkan berbagai destinasi wisata unggulan di seluruh kabupaten/kota di Bali.
Ajang ini akan menghadirkan dua kategori lomba, yaitu 5K dan 10K, dengan format "fun run and race". Kategori ini terbuka bagi pelari profesional maupun masyarakat umum yang ingin merasakan pengalaman lari di tengah keindahan alam. Winastra menambahkan, lari kini telah menjadi gaya hidup global, sehingga kegiatan ini sangat relevan untuk menarik minat wisatawan.
Pemilihan Jatiluwih sebagai lokasi bukan tanpa alasan. Reputasinya sebagai destinasi kelas dunia dan situs warisan budaya UNESCO menjamin keamanan dan kenyamanan peserta. Lanskap persawahan yang ikonik juga menjadi daya tarik utama, memberikan pengalaman lari yang unik dan tak terlupakan bagi setiap partisipan.
Komitmen Bali untuk Pariwisata Berkelanjutan dan Ramah Lingkungan
Pemerintah Provinsi Bali menunjukkan komitmen kuat terhadap pariwisata berkelanjutan melalui Jatiluwih Fun Run. Salah satu inovasi menarik adalah penggunaan medali ramah lingkungan yang bekerja sama dengan Bank Indonesia Provinsi Bali. Medali ini akan dibuat dari bahan daur ulang, termasuk limbah uang kertas, sebagai simbol pengelolaan sampah yang inovatif di Bali.
Selain itu, di kawasan Jatiluwih akan diterapkan kebijakan ramah lingkungan yang ketat. Pembatasan penggunaan plastik sekali pakai menjadi salah satu prioritas utama dalam penyelenggaraan acara. Langkah ini sejalan dengan upaya Pemprov Bali untuk mengurangi dampak negatif terhadap lingkungan dan menjaga kelestarian alam.
Winastra juga menegaskan bahwa acara ini dirancang untuk mendukung kebijakan Pemprov Bali terkait pengurangan sampah plastik. Optimalisasi pelibatan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) lokal juga menjadi fokus penting. Hal ini bertujuan untuk memberikan dampak ekonomi positif bagi masyarakat sekitar sekaligus memperkenalkan produk-produk lokal kepada peserta dan wisatawan.
Gubernur Koster menekankan pentingnya tata kelola acara yang profesional, terutama menyangkut kesiapan teknis di lapangan. Hal ini krusial agar ajang berskala internasional tersebut berjalan aman, tertib, dan memberikan pengalaman terbaik bagi seluruh peserta. Dengan perencanaan matang, Jatiluwih Fun Run diharapkan mampu menjadi contoh penyelenggaraan event yang bertanggung jawab dan berkelanjutan, sekaligus meningkatkan citra pariwisata Bali di mata dunia.
Sumber: AntaraNews