Bahlil: Rusia Siap Tambah Pasokan Minyak dan LNG ke Indonesia
Presiden Rusia Vladimir Putin menyatakan kesiapan negaranya untuk memperluas kerja sama di sektor energi.
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, mengungkapkan bahwa Indonesia membuka peluang untuk mengimpor minyak dan gas bumi (migas) dari Rusia. Langkah ini merupakan tindak lanjut dari pertemuan antara Presiden RI Prabowo Subianto dan Presiden Rusia Vladimir Putin di St. Petersburg.
"Penjajakan ini (impor migas) sudah kami lakukan. Saya pekan ini akan rapat dengan tim dari Rusia. Pengusaha BUMN Rusia juga akan datang ke Indonesia," ujar Bahlil dilansir dari Antara, Selasa (24/6).
Selain membahas potensi impor migas, Bahlil juga mengungkapkan adanya peluang kerja sama teknologi energi antara kedua negara. Teknologi dari Rusia dinilai dapat membantu meningkatkan kapasitas produksi minyak Indonesia, terutama dari sumur-sumur tua yang saat ini belum optimal.
"Kita memiliki banyak sumur idle. Tapi untuk memanfaatkannya, kita butuh belajar teknologi dan kolaborasi," jelasnya.
Sebelumnya, dalam konferensi pers bersama Presiden Prabowo di Istana St. Petersburg pada Kamis (19/6), Presiden Rusia Vladimir Putin menyatakan kesiapan negaranya untuk memperluas kerja sama di sektor energi, termasuk meningkatkan pasokan minyak dan gas alam cair (LNG) ke Indonesia.
"Perusahaan-perusahaan Rusia bekerja secara efektif di Indonesia. Kami siap menambah pasokan minyak dan LNG ke pasar Indonesia," kata Putin.
Putin juga menyoroti kolaborasi strategis antara Rosneft dan PT Pertamina dalam proyek pembangunan kilang dan fasilitas petrokimia di Jawa Timur sebagai contoh konkret kerja sama bilateral di sektor energi.
Lebih lanjut, Rusia juga membuka peluang keterlibatan dalam proyek-proyek energi baru dan pengembangan infrastruktur migas di Indonesia, sejalan dengan visi kedua negara untuk memperkuat hubungan ekonomi.