Bagaimana Harga Emas 1 Desember, Naik atau Turun? Ini Prediksinya
Harga emas memasuki pekan baru dengan volatilitas tinggi. Ibrahim Assuaibi memaparkan level support dan resistance yang akan menentukan arah perdagangan.
Pengamat Ekonomi, Mata Uang & Komoditas Ibrahim Assuaibi menyampaikan bahwa pasar emas global memasuki awal pekan dengan sinyal campuran. Kondisi ini dinilai membuka peluang terjadinya koreksi maupun penguatan tajam pada perdagangan Senin (1/12).
Ia menjelaskan, pergerakan harga di awal pekan akan sangat berpengaruh terhadap arah pasar sepanjang minggu, terutama di tengah volatilitas global yang masih tinggi. Level-level teknikal dipandang menjadi acuan utama bagi pelaku pasar.
Pada penutupan Sabtu pagi, harga emas dunia berada di USD 4.221 per troy ons, sementara harga emas domestik tercatat di Rp 2.419.000.
“Hari Sabtu kemarin, Sabtu pagi, harga emas dunia ditutup di level USD 4.221 per tray ons. Kemudian logam mulia mengalami kenaikan di Rp 2.419.000,” ujar Ibrahim, Minggu (30/11).
Meski penutupan pekan menunjukkan penguatan, arah pergerakan pada Senin masih bergantung pada respons pasar terhadap data ekonomi Amerika Serikat.
Arah Tekanan
Ibrahim menjelaskan bahwa jika harga mengalami tekanan pada Senin, level USD 4.072 per troy ons menjadi support pertama yang harus diperhatikan. Pada titik tersebut, harga emas domestik diperkirakan berada di kisaran Rp 2.380.000.
Jika tekanan jual berlanjut sepanjang minggu, emas berpeluang terkoreksi lebih dalam menuju USD 4.010 per troy ons, dengan proyeksi harga logam mulia domestik di sekitar Rp 2.280.000.
"Kalau seandainya di hari Senin harga turun, ya itu support pertama, kemungkinan besar di USD 4.072, kemudian logam mulianya di Rp 2.380.000. Kemudian dalam satu minggu kalau seandainya turun, kemungkinan besar di USD 4.010 per tray ons," ujarnya.
Sebaliknya, jika pasar dibuka dengan sentimen positif, emas berpotensi naik ke resistance pertama di USD 4.263 per troy ons, di mana harga domestik diperkirakan menuju Rp 2.445.000.
Untuk ruang penguatan mingguan, resistance berikutnya berada di USD 4.328 per troy ons, yang dapat membawa harga logam mulia domestik ke Rp 2.580.000.
"Tapi kalau seandainya naik di hari Senin, kemungkinan besar di USD 4.263. kemudian logam mulianya di Rp 2.445.000. itu di resis yang pertama. Untuk satu minggu, kemungkinan besar di UDD 4.328 per tray ons. Kemudian logam mulianya harganya di Rp 2.580.000," pungkasnya.