LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. UANG

Awal 2017, industri kimia, tekstil & aneka tumbuh 5,16 persen

Dirjen Industri Kimia, Tekstil dan Aneka (IKTA) Kementerian Perindustrian, Achmad Sigit mengatakan, pertumbuhan ini didorong oleh sektor industri bahan kimia dan barang dari bahan kimia sebesar 10,40 persen.

2017-05-22 11:44:58
Kemenperin
Advertisement

Industri kimia, tekstil dan aneka tercatat tumbuh 5,16 persen di triwulan I-207. Angka ini lebih tinggi dibanding periode sama tahun lalu yang hanya tumbuh 0,05 persen.

Dirjen Industri Kimia, Tekstil dan Aneka (IKTA) Kementerian Perindustrian, Achmad Sigit mengatakan, pertumbuhan ini didorong oleh sektor industri bahan kimia dan barang dari bahan kimia sebesar 10,40 persen.

"Kemudian disusul dengan sektor industri karet, yakni barang dari karet dan plastik sebesar 7,525 dan sektor industri kulit, barang dari kulit dan alas kaki sebesar 7,41 persen," ucap Sigit di dalam keterangannya di Jakarta, Senin (22/5).

Advertisement

Untuk neraca ekspor impor, Sigit menyebutkan sektor IKTA triwulan I-2017 tahun 2017 mengalami surplus sekitar USD 4,56 miliar, yang dipacu oleh sektor industri bahan kimia dan barang dari bahan kimia sebesar USD 2,72 miliar. Kemudian sektor industri pakaian jadi sebesar USD 1,84 miliar, industri karet barang dari karet dan plastik sebesar USD 1,57 miliar, Industri Kulit barang dari kulit dan alas kaki sebesar USD 0,99 miliar dan industri pengolahan lainnya atau aneka industri sebesar USD 0,90 miliar.

"Sedangkan untuk sektor industri tekstil defisit USD 0,48 miliar. Industri farmasi obat kimia dan obat tradisional USD 0,19 miliar dan barang galian non logam USD 0,08 miliar," tambahnya.

Secara umum, investasi di dalam negeri untuk sektor IKTA yang paling tinggi adalah industri kimia. Namun, saat ini Kemenperin juga terus memacu pengembangan industri lainnya agar dapat meningkatkan pertumbuhannya masing-masing.

Advertisement

"Kami terus berupaya meningkatkan daya saing dan produktivitas industri agar bisa sama-sama maju dan berkembang," tutup Sigit.

Baca juga:
Kuasai 4,4 persen pasar, RI ekspotir alas kaki terbesar kelima dunia
Nilai ekspor kulit dan barang jadi kulit RI tembus USD 162 juta
Ini masukan pengusaha untuk pemerintah yang batasi impor tekstil
Resmi dibuka, Indobuiltech 2017 diikuti 550 peserta dari 20 negara
Genjot industri tekstil, Kemenperin gelar pameran produk ber-SNI

(mdk/idr)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.